Sesal Syahrini, niat kerja sama malah berujung terseret penipuan First Travel
Syahrini berangkat umrah pada 26 Maret 2016 silam. Dia bersama 12 orang rombongan terdiri dari ibunya, keponakan hingga pembantu dan baby sister. Saat itu membayar Rp 167 juta. Belakangan bertambah satu orang staf Syahrini. Dia pun tambahan biaya sebesar Rp 30 juta. Total nilai yang disetorkan menjadi Rp 197 juta.
Sidang kasus penipuan jemaah umrah oleh agen perjalanan First Travel sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi. Salah satu saksi yang keterangannya sangat ditunggu-tunggu adalah artis cantik Syahrini.
Nama Syahrini ikut tersebut di kasus penipuan dengan nilai mencapai Rp 800-an juta lebih itu. Sebabnya, Syahrini memang pernah pergi umrah dengan agen perjalanan umrah ini.
Berpenampilan 'cetar membahana' Syahrini memenuhi panggilan jaksa untuk bersaksi di Pengadilan Negeri Depok. Di awal kesaksiannya, Syahrini memastikan kepergiannya melakukan umrah bersama jemaah hanya sebatas kerja sama.
Syahrini berangkat umrah pada 26 Maret 2016 silam. Dia bersama 12 orang rombongan terdiri dari ibunya, keponakan hingga pembantu dan baby sister. Saat itu membayar Rp 167 juta. Belakangan bertambah satu orang staf Syahrini. Dia pun tambahan biaya sebesar Rp 30 juta. Total nilai yang disetorkan menjadi Rp 197 juta.
Syahrini memperoleh paket VVIP. Dia melakukan perjalanan selama 9 hari. "Empat hari di Mekkah, tiga hari di Madinah dan dua hari di Turki," ujar Syahrini.
Bentuk kerja sama yang dimaksud, dirinya harus mengunggah seluruh kegiatan umrah-nya bersama First Travel di akun Instagram pribadinya. Saat diunggah tidak ada kata-kata khusus yang diminta. Hanya saja, menggunakan hastag #FirstTravel. Dia juga diwajibkan berfoto dan mewawancara beberapa jemaah.
"Dilakukan setelah sampai Mekkah, Madinah dan Istanbul," ucap dia.
"Jadi saya bukan di-endorse. Ketika saya posting, itu adalah benefit untuk First Travel. Kalau dihitung postingan seharusnya sekali itu saya dapat Rp 150 juta," sambung Syahrini.
Dia menambahkan, jika dirinya di-endorse tentu ada keuntungan yang dia dapat dari First Travel. Sementara yang terjadi, kata Syahrini, tak seperak pun uang dia terima. Dia berani menantang untuk dibuktikan jika benar dirinya menerima aliran dana dari First Travel.
"Perlu saya jelaskan. Kalau endorse itu satu kali posting di IG Rp 150 juta. Sementara itu, tidak ada dana Rp 1 perak pun yang saya terima, silakan bapak cek saja. Tidak mungkin saya memakan uang umat. Satu perak pun tidak ada," tegasnya.
Syahrini sangat menyesali kerja samanya bersama first travel berujung demikian. Apalagi, dia disebut-sebut sebagai salah satu penerima aliran dana First Travel.
Belajar dari kasus penipuan ini, Syahrini berjanji lebih selektif menerima tawaran kerjasama. "Akan lebih selektif lagi kerjasama dengan orang lain. Kalau sampai saya tahu reputasi First Travel, nggak mungkin (saya) kerjasama. Ini dirugikan nama baik saya, pemberitaan. Bahwa saya mangkir dan memakan uang jemaah," jelas Syahrini.
Syahrini berharap dengan kesaksiannya kali ini kasus penipuan First Travel lebih terang benderang. Apalagi yang dikaitkan dengan dirinya.
"Saya bersaksi di bawah sumpah Alquran, jadi tidak ada dusta fatamorgana, halusinasi, semoga dapat membantu menyelamatkan jemaah. Kesaksian saya dapat menyelesaikan masalah jemaah yang belum berangkat ke Tanah Suci. Jadi sudah clear ya," tegas Syahrini.
Baca juga:
Jadi Saksi Kasus First Travel, Syahrini Ingin Selamatkan dan Membantu Korban Jamaah
Syahrini dirugikan kasus First Travel: Tak mungkin saya makan uang umat
Bos First Travel beli restoran di London Rp 12 M tahun 2015 via Usya
Syahrini: Saya bersumpah tak ada dusta, fatamorgana & halusinasi
Syahrini akan berangkatkan lagi 20 calon jemaah yang kena tipu First Travel
Temui fraksi PDIP, korban First Travel desak Jokowi bentuk TGPF
Syahrini bantah di-endorse First Travel