Serius Lawan Perundungan, Polisi Turun ke Sekolah Beri Penyuluhan
Upaya pencegahan bullying atau perundungan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui edukasi, kolaborasi.
Dalam rangka memperingati Hari Anti Bullying Sedunia, Sekolah Yehonala menggelar rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan siswa, orang tua, serta berbagai instansi terkait sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Kegiatan ini digelar secara menyeluruh mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai pihak yang kompeten di bidangnya. Hal ini sejalan dengan komitmen sekolah untuk tidak mentolerir segala bentuk bullying atau perundungan serta memastikan setiap penanganan dilakukan secara tepat, objektif, dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan untuk siswa SD yang dibawakan oleh Satbinmas Polresta Barelang pada pukul 08.30–09.30 WIB di lapangan sekolah. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami pentingnya saling menghargai melalui pendekatan yang interaktif.
Selanjutnya, pada pukul 10.00–11.00 WIB, Sekolah Yehonala menggelar seminar bagi orang tua siswa SD yang menghadirkan BPMP Kepulauan Riau. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai peran penting keluarga dalam mencegah dan menangani bullying sejak dini.
Kegiatan berlanjut dengan penyuluhan untuk siswa SMP pada pukul 11.00–12.00 WIB yang disampaikan oleh DP3AP2KB Unit PPA. Dalam sesi ini, siswa tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga diajak untuk berkomitmen melalui penandatanganan banner sebagai bentuk deklarasi bersama.
Pada sesi terakhir, penyuluhan untuk siswa SMA/SMK dilaksanakan pada pukul 14.00–15.00 WIB, yang juga diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan saling menghargai.
Upaya pencegahan Perundungan
Melalui kegiatan ini, Sekolah Yehonala ingin menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying atau perundungan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui edukasi, kolaborasi, dan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk siswa, orang tua, dan instansi terkait.
"Setiap anak berhak merasa aman, nyaman, didengar, dan dilindungi. Pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran bersama, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari," ujar Cevy Amelia, selaku Psikolog sekaligus narasumber dalam kegiatan tersebut.
Sekolah Yehonala juga terus memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan siswa melalui berbagai upaya, termasuk edukasi berkelanjutan, pendampingan, serta kerja sama dengan pihak-pihak terkait.\