Sering menodong di kampung sendiri, Leman akhirnya ditembak polisi
Leman sempat berusaha kabur, maka dari itu dia ditembak.
Beberapa tahun leluasa menodong pengendara melintas di kampungnya, Jhony alias Leman (26), akhirnya tertangkap juga. Namun, lantaran berusaha kabur, polisi terpaksa menembak kaki kanannya.
Pria dikenal sebagai preman kampung itu diketahui meresahkan warga saat melintas di Jembatan Kuning, Lorong Kedukan, Kelurahan 34 Ilir, Kecamatan Ilir Barat ll, Palembang. Sebab, Leman selalu nongkrong di sana, lantas mencegat dan menodong siapapun yang melintas.
Korbannya tak pandang bulu. Orang yang dikenalnya juga tak luput dari aksinya. Tak jarang, sejumlah warga terluka akibat sabetan senjata tajam jika enggan menyerahkan barang yang diminta.
Kepada polisi, Leman yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu mengakui perbuatan itu. Dia berdalih menodong jika tidak ada pekerjaan.
"Terpaksa, gaji tidak cukup. Kadang borongan sepi," kata Leman di Mapolsek Ilir Barat II Palembang, Senin (18/4).
Dikatakan Leman, dia beralasan mulanya hanya iseng menodong pengendara melintas. Lantaran banyak warga takut dan menuruti kemauannya, hal itu membuat dia semakin berani dan merasa berkuasa di kampungnya.
"Buat beli rokok dan minum saja. Tidak banyak, paling handphone atau duit saja," ujar Leman.
Kapolsek Ilir Barat ll Palembang, Kompol Ahmad Firdaus mengatakan, Leman ditangkap usai beraksi dan masih menunggu calon korbannya yang lain di TKP, Minggu (17/4). Barang bukti diamankan yakni sebilah senjata tajam dan satu unit ponsel hasil penodongan. Saat ditangkap, Leman yang mempunyai tato itu berusaha melarikan diri. Alhasil, petugas menembak betis kanan hingga Leman tersungkur.
"Beberapa warga sering melapor kena todong. Begitu diselidiki, tersangka Leman pelakunya," kata Firdaus.(mdk/ary)