LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sering diintimidasi, ratusan driver angkutan online di Medan demo

Di sejumlah lokasi di Kota Medan, driver angkutan online memang masih dilarang untuk menaikkan penumpang, seperti di kawasan bandara, depan stasiun kereta api, dan sejumlah lokasi lainnya. Para driver pun jadi tidak nyaman dalam berusaha.

2017-12-18 14:51:46
Taksi online
Advertisement

Lebih dari 200 pengemudi atau driver angkutan online di Kota Medan berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut, Jalan P Diponegoro, Medan, Senin (18/12). Mereka menuntut agar tidak lagi diperlakukan sewenang-wenang.

Unjuk rasa ini dilakukan pengemudi yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Medan. Dalam aksi ini, pengunjuk rasa mengenakan seragamnya masing-masing. Mereka memarkirkan mobil dan sepeda motornya di depan kantor Gubernur Sumut, kemudian berorasi dan menampilkan poster yang berisi keluhannya selama ini.

Pengunjuk rasa juga membawa petisi yang dibacakan saat unjuk rasa. Dalam petisinya, ADO menyatakan intimidasi terhadap driver online terus terjadi.

Advertisement

"Masih ada zona larangan bagi driver online untuk pick up penumpang," jelas Syaiful Bahri, salah seorang pengurus ADO Kota Medan.

Di sejumlah lokasi di Kota Medan, driver angkutan online memang masih dilarang untuk menaikkan penumpang, seperti di kawasan bandara, depan stasiun kereta api, dan sejumlah lokasi lainnya. Para driver pun jadi tidak nyaman dalam berusaha.

Para driver juga meminta agar perusahaan penyelenggara angkutan online tidak berlaku arogan. Semisal, dengan men-suspend driver dengan cara sepihak dan sewenang-wenang. Pemutusan mitra sering dilakukan tanda peringatan terlebih dulu. "Perlakukan kami seperti karyawan, bukan mitra secara sewenang-wenang," sambung Syaiful.

Advertisement

Pengunjuk rasa juga menuntut agar dibuat keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Perusahaan diminta tidak melakukan penerimaan driver tanpa ada batasan agar terjadi persaingan sehat di lapangan.

Dalam unjuk rasa itu, pengunjuk rasa juga menuntut agar pemerintah mengikutsertakan mereka dalam penyusunan regulasi angkutan online. Selama ini, para pengemudi hanya menerima informasi lewat media. Sementara implementasi peraturan itu tak jarang diwarnai penyimpangan dalam praktik di lapangan.

"Dalam proses pendaftaran ke badan hukum kami diminta memberikan biaya pendaftaran dan lain-lain," jelas Syaiful.

Sejumlah perwakilan driver angkutan online masuk ke kantor Gubernur Sumut. Sementara rekan-rekannya masih menunggu di luar.

Baca juga:
Ribut ojek pangkalan dengan online di Lampung, satu orang luka tusuk
Tolak taksi online, ratusan angkot di Solo ancam mogok
Gelombang penolakan transportasi online kembali menggema di daerah
Beda dengan Dishub Jabar, Emil persilakan angkutan online beroperasi di Bandung
Demo ke DPRD Banten, tukang ojek pangkalan minta ojek online dilarang
Lagi asyik makan cilok, driver ojek online dipukul tukang becak
Sopir konvensional di Makassar tebar ancaman hingga bakar atribut ojek online

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.