LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Seribu aparat dan Kopassus amankan sidang bentrokan Gandekan

"Kami akan menindak tegas setiap pengunjung sidang yang membawa senjata," kata Kapolres Surakarta.

2012-08-28 13:24:19
Bentrokan
Advertisement

Seribuan aparat gabungan mengamankan sidang perdana kasus bentrokan Gandekan dengan dua terdakwa di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (28/8). Mereka mengamankan secara ketat jalannya sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa Iwan Walet warga Gandekan Jebres Solo dan Mardi Sugeng warga Karangasem Laweyam Solo.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Kombes Pol Asdjima'in, sebagai langkah antisipasi untuk pengamanan sidang perdana kasus Gandekan tersebut menurunkan sebanyak 1.003 petugas gabungan dari Polresta, anggota TNI Korem 074/Warastratama, Kodim 0735, Denpom IV Surakarta, dan para tokoh masyarakat.

"Kami akan menindak tegas setiap pengunjung sidang yang membawa senjata dapat membahayakan orang lain dengan cara penggeledahan sebelum memasuki ruang sidang," kata Asdjima'in seperti dilansir dari antara.

Sementara sejumlah pasukan Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan juga patroli dengan mengendarai mobil tempur Jeep dengan senjata lengkap melintas di depan PN Surakarta. Pasukan khusus tersebut patroli di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo untuk mendukung pengamanan agar Kota Solo tetap kondusif.

Sementara puluhan orang dari kelompok organisasi masyarakat atau laskar mendatangi PN Surakarta untuk mengikuti persidangan kasus penganiayaan dalam bentrokan yang terjadi di Jalan RE Martadinata, Gandekan Jebres, pada awal Mei 2012.

Menurut Ketua Front Pembela Islam (FPI) Surakarta Choirul, pihaknya menilai pengamanan dari aparat pada sidang kasus Iwan Walet tersebut sangat berlebihan.

Menurut dia, aparat keamanan yang dikerahkan seribuan personel itu hanya untuk mengamankan sidang seorang terdakwa Iwan walet bukan pejabat atau lainnya.

"Kami yang terpenting saling menjaga jangan membuat onar, karena Laskar tidak akan membuat masalah jika tidak ada masalah. Antisipasi silakan, tetapi pengerahan pengamanan ini, terlalu berlebihan," katanya.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.