Serial kolosal Hindustan banjiri layar kaca Indonesia
Kisah epik yang ditulis pada abad 3 dan 4 Masehi ini terdiri dari 200.000 bait puisi dalam bahasa sansekerta.
Layar televisi Indonesia kembali diramaikan oleh tayangan serial asal tanah Hindustan, India. Film-film serial ini mampu menghiponotis pecinta film-film kolosal bernuansa legenda. Diawali dengan tayangan film serial Mahabharata mulai Maret 2014 di ANTV, kini banyak stasiun televisi swasta yang menayangkan program dengan tema serupa.
Sebenarnya, serial televisi Mahabharata sudah pernah ditayangkan di televisi Indonesia mulai Desember 1991. Serial kolosal Mahabharata tayang di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang saat itu masih dimiliki oleh putri mendiang Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disapa Tutut.
Kisah epik yang ditulis oleh Brahm Veda Vyasa pada abad 3 dan 4 Masehi ini terdiri dari 200.000 bait puisi dalam bahasa Sansekerta. Oleh bangsa India, kisah ini dianggap sejarah dan cermin kepribadian bangsa serta sumber pelajaran hidup yang mendalam.
Serial TV Mahabharata yang tayang di era 1990-an tersebut diproduksi oleh B.R. Chopra dan disutradarai oleh anaknya, Ravi Chopra. Kisah Mahabharata versi India berbeda dengan kisah Mahabharata versi Indonesia, di mana sosok Punakawan, salah satunya adalah Semar, tidak ada dalam kisah Mahabharata versi India. Tokoh Punakawan diciptakan ketika kerajaan-kerajaan Islam berkembang di Pulau Jawa yang menggunakan pewayangan sebagai media dakwah, salah satunya adalah Sunan Kalijaga.
Meski demikian, cerita asli Mahabharata masih dipertahankan hingga sekarang agar nilai-nilai luhur dalam cerita tersebut tidak hilang. Oleh sebab itu rumah produksi wastik Pictures kembali memproduksi serial Mahabharata. Produser Siddharth Kumar Tewary, Gayatri Gil Tiwari and Rahul Kumar Tewary berperan sebagai produser, sementara Siddharth Anand Kumar, Amarprith G, S Chawda, Kamal Monga dan Loknath Pandey berperan sebagai sutradara dalam serial Mahabharata versi anyar.
Hari ini, merdeka.com akan membahas tematik tentang maraknya tayangan-tayangan serial India di berbagai layar kaca Indonesia. Selamat membaca.
Baca juga:
Penuh makna, serial kolosal India hipnotis penonton Tanah Air
Syuting 'Ksatria Pandawa 5', Dave Swatt bingung cari alat fitnes
'Arjuna' versi Indonesia sempat 'intip' aksi Shaheer Sheikh
'Ksatria Pandawa 5' bantah dompleng kesuksesan 'Mahabharata'
Ini Beda 'Ksatria Pandawa 5' dengan 'Mahabharata'