LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Seratusan GP Ansor dan banser Samarinda demo minta HTI dibubarkan

Seratusan GP Ansor dan banser Samarinda demo minta HTI dibubarkan. "Mereka, HTI, menyebut sebagai khilafah Islamiyah. Tentu kami Ansor, yang lahir sejak 1934 berkomitmen menjaga NKRI dengan 4 pilar bangsa adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Ini adalah komitmen bulat dari Ansor."

2017-04-23 15:27:00
demo HTI
Advertisement

Seratusan orang dari Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kalimantan Timur, melakukan unjuk rasa di kawasan simpang 4 mal Lembuswana, Samarinda. Mereka menolak, sekaligus menuntut pemerintah segera membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Aksi yang digelar sekira pukul 13.00 Wita itu, tidak hanya diikuti GP Ansor dan Banser, melainkan juga aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Dalam tuntutannya, mereka menolak gagasan khilafah yang diusung HTI, karena dinilai mengakibatkan perpecahan dan mengancam NKRI. Selain itu, mereka juga menyebut propaganda khilafah bertujuan untuk mengubah Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Kami menuntut pembubaran HTI di seluruh Indonesia. Baik sebagai organisasi paham, maupun pola tindakan," kata Koordinasi Aksi Bela NKRI GP Ansor-Banser Kalimantan Timur, Murjani, dalam orasinya, Minggu (23/4).

"Kami juga meminta Gubernur Kaltim mengevaluasi yayasan Islamic Center Samarinda, yang kerap melakukan pembiaran terhadap aktivitas HTI di lingkungan Islamic Center," ujarnya.

Aksi GP Ansor dan Banser di Samarinda ©2017 merdeka.com/nur aditya

Sementara, pembina GP Ansor Kalimantan Timur Saparuddin menambahkan, aksi menuntut pembubaran HTI sebagai komitmen nasional GP Ansor tepat pada hari lahirnya Ansor ke-83 yang jatuh pada 24 April 2017 besok.

"Mereka, HTI, menyebut sebagai khilafah Islamiyah. Tentu kami Ansor, yang lahir sejak 1934 berkomitmen menjaga NKRI dengan 4 pilar bangsa adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Ini adalah komitmen yang bulat dari Ansor," kata Saparuddin.

"Kehadiran HTI, sudah mengancam eksistensi bangsa Indonesia. Mereka sering beranggapan NKRI adalah produk sekuler. Dalam konteks itu, kemerdekaan yang diperoleh dari proses semua anak bangsa saat itu, dan Ansor ada dalam proses itu, tentu tidak akan tinggal diam," tegas Saparuddin.

Masih diterangkan Saparuddin, di beberapa negara seperti Malaysia, Yordania dan Mesir, HTI sudah dibubarkan. Sehingga, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membubarkan HTI.

"Tidak ada alasan. Kita minta Gubernur Kaltim segera bersikap, menolak keberadaan HTI," demikian Saparuddin.

Massa Banser akhirnya membubarkan diri sekira pukul 14.30 Wita. Puluhan personel Polresta Samarinda yang menjaga jalannya aksi sejak awal, juga kembali ke Mapolresta Samarinda, di Jalan Slamet Riyadi.

Advertisement

Baca juga:
Polisi minta HTI & GP Ansor tahan diri demi hindari bentrok susulan
Polisi dalami sebab bentrok HTI dan GP Ansor di Makassar
Massa HTI Makassar bentrok dengan Banser GP Ansor
Sudah dilarang, ribuan massa HTI di Makassar nekat tabligh akbar
Tak kantongi izin, massa HTI diminta tinggalkan Lapangan Karebosi
Dianggap ancam NKRI, GP Ansor akan bubarkan aksi HTI di Surabaya
Pemerintah diminta tak tinggal diam atas pembantaian di Aleppo

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.