LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Serangga Tomcat belum singgah di Jakarta

Dari pantauan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, lima wilayah kota DKI Jakarta belum teridentifikasi tomcat.

2012-03-22 05:30:00
serangga tomcat
Advertisement

Merebaknya serangga tomcat atau paederus riparius cukup meresahkan warga Surabaya. Kabar terakhir menyebutkan serangga ini sudah mulai memasuki wilayah Jawa Barat tepatnya di daerah Sukabumi dan Tasikmalaya.

Meski berusaha melakukan antisipasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan wilayah Jakarta masih aman dari serangan serangga tomcat.

"Kita sudah melakukan pemantauan di lima wilayah kota di Jakarta dan satu kabupaten yaitu Kepuluan Seribu untuk mengidentifikasi serangga tersebut. Hasilnya sampai saat ini Jakarta dinyatakan aman dari serangan tomcat," terang Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Ipih Ruyani seperti dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta beritajakarta.com, Kamis (22/3).

Ipih menjelaskan, sebenarnya tomcat merupakan sahabat para petani karena serangga ini pada dasarnya berkembangbiak di kawasan persawahan. Tomcat juga dimanfaatkan untuk menghalau hama-hama padi seperti hama wereng.

"Tomcat membantu agar tanaman padi tidak rusak karena terserang hama. Petani sangat terbantu dengan jenis serangga tersebut, karena menjaga hasil panennya bisa berkualitas baik," jelasnya.

Dia menambahkan, serangga tomcat tidak akan menyerang manusia selama habitatnya tidak terganggu. Namun, karena habitat mereka terganggu, alhasil serangga ini mencari habitat barunya di luar persawahan.

"Kalau habitatnya digusur, maka mereka akan masuk ke dalam rumah dan bersarang di balik kasur dan di langit-langit, atau tempat terpencil lainnya di dalam rumah," tambahnya.

Meski demikian, sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI sudah menyiagakan 44 puskesmas kecamatan untuk menangani korban serangan tomcat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati.

"Kemarin saya sudah mengumpulkan seluruh kepala puskesmas kecamatan. Saya meminta, mereka melakukan dua tugas dalam menangani dan mengantisipasi wabah tomcat," kata Dien.(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.