Seperti di Luar Negeri, Surabaya Punya 30 Titik Air Siap Minum Langsung dari Keran
Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Surabaya, Mujiaman, mengatakan saat ini program air siap minum langsung dari keran terus diperluas. Targetnya, seluruh warga Surabaya dapat menikmati air siap minum dari keran ini.
Layaknya di luar negeri, masyarakat di Surabaya kini dapat menikmati fasilitas air siap minum langsung dari keran. Hanya dengan membuka keran dari saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), air langsung dapat dikonsumsi.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Surabaya, Mujiaman, mengatakan saat ini Kota Surabaya sudah memiliki 30 titik dan satu cluster area air siap minum langsung dari keran.
Ke 30 titik air siap minum langsung dari keran tersebut, diakuinya telah tersedia di berbagai tempat. Di antaranya, sekolah, masjid dan berbagai tempat wisata di Surabaya.
"Saat ini kita sudah punya 30 titik yang tersebar di berbagai wilayah di Surabaya. Dan ada satu alat yang besar di cluster percontohan di kawasan Ngagel Tirto," ujarnya, Jumat (30/8).
Ia menambahkan, saat ini program air siap minum langsung dari keran terus diperluas. Targetnya, seluruh warga Surabaya dapat menikmati air siap minum dari keran ini.
Untuk dapat mewujudkan obsesi tersebut, tentu bukan perkara mudah. Saat ini, Surabaya diakuinya memiliki 6 ribu Km jaringan pipa PDAM. Dari 6 ribu Km pipa tersebut, 400 Km pipa di antaranya harus diperbaiki. "Setiap tahun, 100 Km sampai 150 Km diperbaiki," katanya.
Pembangunan infrastruktur inilah yang secara bertahap nantinya akan dilakukan oleh PDAM Surabaya. Namun, selaras pembenahan infrastruktur tersebut berjalan, pihaknya juga telah menambah alat untuk melakukan filterisasi air agar siap minum langsung dari keran.
"Pembangunan kita lakukan secara paralel. Satu kawasan kita bangun sambil perbaiki pipa kita. Kalau memperbaiki pipa dulu bisa puluhan tahun, zona kita bentuk baru kita pakai, sambil paralel memperbaiki pipa," tandasnya.
Alat yang disebutnya sebagai membran tersebut kini telah dipasang di 30 titik di Surabaya, dan satu wilayah percontohan di kawasan Ngagel Tirto.
Alat ini diakuinya memiliki peran sentral dalam pembuatan air PDAM yang berasal dari air sungai. Ia menjelaskan, dari air sungai yang telah diolah oleh PDAM, kemudian disalurkan seperti biasa melalui pipa-pipa ke konsumen.
Bedanya, beberapa tempat yang menjadi titik air siap minum langsung dari keran, diberikan alat membran yang fungsinya untuk menyaring air olahan PDAM.
"Membran ini fungsinya filterisasi. Air yang telah melewati membran ini lah yang nantinya menjadi siap minum," tegasnya.
Lalu, bagaimana soal higienitas atau kebersihan air sehingga bisa menjadi layak minum, Mujiaman menjamin jika air tersebut bebas dari berbagai macam penyakit maupun bakteri berbahaya. Ia menjelaskan, membran tersebut dapat menyaring segala macam kontaminan, baik itu virus, molekul, maupun atom.
"Air itu asalnya memang dari air sungai. Tapi perlu dicatat, teknologi sekarang bisa memisahkan air dari segala macam kontaminan, baik itu virus, molekul, atom pun bisa dipisahkan, jadi tidak ada keraguan dari masyarakat untuk memakai (air) itu. PDAM sudah punya alat itu. Kita menjamin alat membran tersebut sudah dapat mematikan bakteri ecoli, atom sodium, atom livium, maupun atom magnesium," katanya.
Ia kembali menjelaskan, semua teknologi memiliki umur pemakaian. Untuk alat membran ini, ia menyebut memiliki umur sekitar 5 hingga 7 tahun pemakaian. Membran ini, hanya dapat rusak dengan bahan-bahan kimia. Untuk mengantisipasi kerusakan membran itu, pihaknya juga sudah memiliki alat pendeteksi.
"Mendeteksi kerusakan itu bisa dari konduktiviti, dari PH dan alat pendeteksi itu sudah murah," urainya.
Terkait dengan anggaran, ia menjelaskan, untuk perbaikan infrastruktur pipa PDAM sangat besar. Nilainya mencapai Rp1,1 miliar perkilometernya. Sedangkan untuk pembiayaan pengadaan membran sendiri, mencapai Rp3,5 miliar permeter kubik perjam.
Untuk menutup kebutuhan anggaran itu, pihaknya disupport oleh pemerintah dengan dasar Peraturan Pemerintah no 46 tahun 2019, bahwa untuk pembangunan jaringan PDAM bisa disubsidi bunga sampai 5 persen. Selain itu, nantinya juga ada sumber pendapatan dari sumbangan tarif para pelanggan.
"Anggaran sangat besar, repair pipa perkilometer Rp1,1 miliar, kalau 400 Km berarti sekitar Rp400 miliar. Sedangkan alat membran Rp3,5 miliar permeter kubik perjam. Pembiayaan disupport pemerintah pusat dengan PP 46 tahun 2019 bahwa untuk pembangunan jaringan PDAM bisa disubsidi bunga sampai 5 persen," jelasnya.
Untuk membandingkan "hasil" air siap minum tersebut, pihaknya pun melakukan studi banding ke beberapa negara. Ia mencontohkan, pihaknya pernah studi banding ke negara Korea, Jepang, Singapore. Di negara-negara tersebut, program air siap minum sudah sempurna.
Hal ini dikarenakan, negara-negara itu sudah lebih dulu memperbaiki struktur jaringan pipanya dengan baik. "Ya itu negara-negara yang memiliki infrastruktur pipanya sudah sangat baik. Pipanya sudah diganti, pengolahannya di sentral, ya sudah tidak ada masalah," katanya.
Untuk meyakinkan masyarakat bahwa air siap minum dari keran ini dapat dipercaya, pihaknya secara periodik selalu melakukan uji lab air tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga menggandeng Australia untuk melakukan pengendalian resiko air minum. Bahkan, sebagai bukti bahwa air tersebut layak minum, pihaknya sudah mendapatkan sertifikasi ISO 2200.
"Uji lab setiap hari dan kita jamin. Kita kerjasama dengan Australia untuk pengendalian resiko air minum, kerjasama dengan AWA (Australia Water Assosiation). Minggu lalu datang ke sini untuk menyiapkan manajemen keamanan air minum," jelasnya.
Baca juga:
VIDEO: Perasaan Warga Pertama Kali Mencicipi Keran Air Siap Minum
Dibutuhkan Warga, Keran Air Siap Minum di Palembang Belum Mencukupi
Warga Malang Sempat Ragukan Kebersihan Tap Water yang Disediakan PDAM
Tap Water Stasiun MRT Dukuh Atas Sering Dikonsumsi Warga Usai Berolahraga
Pengunjung Senang Ada Keran Air Siap Minum di Museum Nasional
VIDEO: Manfaatkan Keran Air Siap Minum di Museum
Keran Air Siap Minum Lapangan Banteng Sering Dipakai untuk Cuci Tangan & Muka