Sepekan hilang, bocah ini diduga ikut kelompok Gafatar
Kuat dugaan, DJS korban penculikan dari kelompok Gafatar setelah dinyatakan hilang sejak Rabu (13/1) lalu.
Seorang bocah asal Situbondo, Jawa Timur, DJS (16) ditemukan petugas Polsek Mampang, Rabu (20/1) dini hari. Kuat dugaan, DJS korban penculikan dari kelompok Gafatar setelah dinyatakan hilang sejak Rabu (13/1) lalu.
"Dia sudah hilang sejak Rabu lalu. Pas sudah seminggu hilang. Diduga demikian, dibawa atas kelompok Gafatar, karena dijanjikan tempat yang indah," kata Kapolsek Mampang, Kompol Priyo Utomo Teguh, di Mapolsek Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (19/1).
Hal senada pun disampaikan, Babinkamtibmas Desa Kayu Mas dari Polsek Arjasa, Brigadir Arjasa. Dia menyebut DJS hilang dari sekolahnya.
"Saya mendapat informasi, katanya DJS hilang dari sekolahnya. Ini enggak mungkin dia pergi sendiri. Pasti bersama orang lain. Soal Gafatar, akan kami selidiki lebih lanjut. Karena yang bersangkutan masih linglung," ujarnya.
Di sisi lain, Sugiyanto yang merupakan ayah dari DJS tak mau banyak bicara. Dia hanya mengucap syukur anaknya telah ditemukan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Mampang karena sudah menemukan. Terima kasih, itu saja dulu," pungkas Sugiyanto.
Setelah menemukan putranya itu, Sugiyanto berencana membawa DJS pulang ke Situbondo malam ini. Selain itu, DJS akan menjalani pemeriksaan intensif di sana.
Baca juga:
1.500 Pengikut Gafatar dievakuasi dari Mempawah pakai 3 Kapal TNI AL
Soal eks Gafatar, Gubernur Kalbar salahkan pemda lalai antisipasi
Lagi, mahasiswa UNS dilaporkan hilang
Belasan warga Boyolali menghilang, diduga ikut Gafatar
Hilang dari rumah, dokter Wulan diduga gabung Gafatar
Berbagai cara supaya orang tak gabung Gafatar
Eks anggota Gafatar disebut rentan menjadi ateis dan ekstrimis