LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sepekan belajar di halaman Pura, siswa SD Gianyar kembali ke kelas

Sejumlah siswa di SDN 2 Puhu Payangan Gianyar Bali akhirnya kembali menikmati ruang kelasnya, Sabtu (22/7). Itu setelah mereka belajar di halaman Pura lantaran sejumlah kelas digembok dan dipagari warga.

2017-07-22 16:03:00
Pendidikan
Advertisement

Sejumlah siswa di SDN 2 Puhu Payangan Gianyar Bali akhirnya kembali menikmati ruang kelasnya, Sabtu (22/7). Itu setelah mereka belajar di halaman Pura lantaran sejumlah kelas digembok dan dipagari warga.

Pemagaran dan digemboknya beberapa kelas di sekolah dasar ini lantaran sebagian lahan sekolah masuk dalam wilayah kepemilikan tanah salah seorang warga setempat.

Sengketa ini lebih dari 5 tahun tidak juga diselesaikan. Pemilik tanah sebagian lahannya dibangun sekolah melakukan aksi pemagaran dan penggembokan ruang kelas.

Dampaknya, sejumlah siswa di SD ini terpaksa meminjam halaman Pura untuk jadi tempat belajar mengajar.

Syukurya, setelah sepekan lamanya. Akhirnya pihak pemilik lahan, I Made Antara mau melunak. Itu setelah Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Parta melakukan negosiasi.

"Semua itu bisa kita komunikasikan. Jangan didiamkan begini, syukurnya setelah dibicarakan, hari itu pemilik lahan bisa mengerti dan membuka pagar serta gembok. Semua ini demi anak anak kita juga," tegas Parta.

Dia juga mengaku sangat menyayangkan kejadian ini, hanya lantaran Pemkab Gianyar lamban menyikapi permasalahan yang sifatnya hanya administratif.

Bahkan kedatangannya ke SD ini juga menyertakan sejumlah instansi terkait, termasuk dari dinas pendidikan pemkab Gianyar. Dirinya juga siap menjadi jaminan mengawal persoalan lahan milik warga yang dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah.

"Ini sudah seminggu anak-anak belajar di tempat darurat dan sebagian di halaman pura. Apa mau didiamkan terus ? Saya mohon agar mereka bisa belajar di ruangan yang layak. Dan, saya jaminanannya untuk mengawal permasalahan pak Made,” ujarnya.

Parta sangat menyesalkan lambannya penanganan Pemkab Gianyar, hingga membuat siswa harus mengungsi ke tempat darurat. Terlebih permasalahannya kecil, yakni mengenai administrasi.

"Ke depannya, semua sekolah dasar yang masih memiliki permasalahan lahan, juga saya harapkan diantisipasi sejak awal," harap Parta.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Puhu, I Wayan Candra mengaku prihatin atas kondisi ini. Dirinya juga berharap agar persoalan ini cepat selesai dan tidak ada beban bagi anak-anak untuk belajar di kelas.

Dijelaskannya bahwa pasca penggembokan itu, hanya tiga kelas saja yang bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.