LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sepak terjang Kolor Ijo perkosa puluhan wanita di Jatim

Aksi Kolor Ijo selama 10 tahun terhenti ketika ditangkap oleh petugas Polresta Probolinggo.

2014-02-07 06:01:00
kolor ijo
Advertisement

Sepak terjang Kolor Ijo sempat menjadi momok menakutkan bagi warga Jawa Timur, khususnya wanita pada tahun 2004 lalu. Kejahatan yang dilakukan Kolor Ijo tak hanya sekadar merampok, namun dia kerap memperkosa korbannya.

Setelah sekian lama diburu, akhirnya Polresta Probolinggo berhasil mengungkap sosok dibalik Kolor Ijo Januari 2014. Petugas menangkap pria bernama Buasir Nur Khotib (50), warga Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo yang selama ini dibalik sosok Kolor Ijo.

Atas atensi Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, akhirnya kasus tersebut diambil alih oleh Polda Jatim.

Berikut sepak terjang Kolor Ijo selama 10 tahun menghantui wanita Jatim:

Perkosa 47 wanita di 31 lokasi

Menurut Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur AKBP Bambang Tjahyo Bawono, dari 47 korban Kolor Ijo, hanya empat orang yang melaporkannya ke pihak kepolisian.

"Sejauh ini, baru ada empat korban perkosaan pelaku yang melapor," kata Bambang di Mapolda Jawa Timur, Kamis (6/2).

Advertisement

Mencuri di 43 lokasi

Pelaku dijuluki Kolor Ijo, karena dalam setiap aksinya, Buasir selalu mengenakan kolor berwarna hijau. Pelaku tidak hanya menjarah barang-barang berharga miliki korban, melainkan juga memperkosa korbannya.

"Dalam setiap aksinya, pelaku masuk rumah kemudian menodong korban, lalu mengambil barang berharga milik korbannya. Bahkan, sebagian korban-korbannya diperkosanya," ungkap Bambang.

Advertisement

Lakukan ritual khusus sebelum beraksi

Menurut Bambang, sebelum beraksi, pelaku juga mengaku biasa melakukan ritual-ritual khusus. "Saat ini, kami masih terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut," tandas dia.

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.