Seniman: KBS sebagai 'Kuburan Binatang Surabaya'
Di kebun binatang itu, satu per satu satwa mati. Terakhir, kematian tragis singa jantan berusia 1,5 tahun.
Kondisi Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jawa Timur terus menuai kritik. Kali ini kritik datang dari para seniman Surabaya. Para seniman ini menilai KBS adalah 'Kuburan Binatang Surabaya.'
Di kebun binatang itu, satu per satu satwa mati. Terakhir, kematian tragis singa jantan berusia 1,5 tahun dengan kondisi leher tergantung di kandangnya. Kematian singa jantan bernama Micheal itu dinilai tidak wajar. Polisi langsung menyelidiki kasus ini.
Hari ini, Jumat (10/1), sekelompok seniman Surabaya, yang dimotori Taufik Monyong menggelar aksi protes di depan KBS. Tanpa orasi, sekelompok seniman mengatasnamakan Komunitas Budaya Arek Suroboyo ini menggelar teatrikal dan membentangkan poster-poster berisi kecaman.
Dalam aksinya, Taufik Monyong melakukan aksi bersama seekor anjing kecil. Dia memberi makan, seolah menunjukkan kepada pengelola KBS bagaimana merawat satwa secara benar.
Taufik juga melakukan atraksi menyemburkan api dari mulutnya, sebagai simbol kematian hewan KBS yang tidak terawat dengan benar. Sementara dua seniman lain, dengan menunggang sapi tanpa kepala. Bertelanjang dada, mereka mengangkat poster bertuliskan: Save KBS.
Di sela aksi, Taufik mengatakan, dia dan para seniman Surabaya mendesak pengelola KBS agar memberikan laporan kepada publik soal kematian singa Michael secara transparan dan blak-blakan.
"KBS yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) harus bertanggung jawab kepada publik, karena perusahaan tersebut dibiayai oleh uang rakyat," kata Taufik Monyong, yang dalam aksi ini didapuk sebagai koordinator oleh para seniman Surabaya.
Kematian satwa di KBS, kata dia, tidak hanya sekali itu saja, namun seperti agenda rutin yang sudah direncanakan. Karena itu pihaknya juga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian di KBS.(mdk/has)