Senderan badan jalan ambrol, buruh tewas tertimbun
Senderan badan jalan ambrol, buruh tewas tertimbun. Untuk evakuasi korban pada saat itu dilakukan dengan alat seadanya oleh warga dan petugas. Kata dia, kurang lebih dari 30 menit korban berhasil dievakuasi dari kedalaman timbunan satu meter lebih.
Proyek pembuatan senderan badan jalan di Banjar Semoja, Desa Pupuan, kecamatan Pupuan di Bali, makan korban, Rabu (16/5). Saat itu jelang tutup pengerjaan, tiba-tiba bagian tebing ambrol dan menimbun seorang buruh hingga tewas.
Korban yang diketahui bernama Putu Tangkas (15), asal Banjar Kembang Sari, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, tewas saat dalam perjalanan menuju ke Puskesmas terdekat.
Informasi yang diperoleh ambrolnya senderan badan jalan tersebut terjadi sekitar pukul 15.50 Wita. Saat itu korban bersama empat orang rekannya sesama buruh proyek usai melakukan penggalian untuk rencana pondasi senderan jalan.
Dimana tinggi senderan yang akan dibuat dari bibir anak sungai kurang lebih 10 meter sampai di permukaan jalan utama. Saat itu tiba-tiba tanah diatas tebing jalan runtuh dan menimbun lima orang buruh yang sedang bekerja. Empat buruh berhasil lolos dan selamat, namun korban Putu Tangkas yang tidak sempat untuk lari, tertimbun reruntuhan tanah.
Menurut Kapolsek Pupuan, AKP IB. Mahendra, runtuhnya tanah galian tersebut karena kondisi tanah labil dan bergetar saat kendaraan melintas di jalan yang akan dibuatkan senderan. "Mungkin karena tanahnya labil dan bergetar saat ada kendaraan lewat," jelasnya.
Dikatakannya untuk evakuasi korban pada saat itu dilakukan dengan alat seadanya oleh warga dan petugas. Kata dia, kurang lebih dari 30 menit korban berhasil dievakuasi dari kedalaman timbunan satu meter lebih.
"Saat dievakuasi korban dalam keadaan lemas dan sempat dilarikan ke Puskesmas Pupuan, namun korban meninggal sebelum mendapat pertolongan awal."(mdk/rhm)