Senapati akan Usulkan Hari Keris Nasional kepada Jokowi
Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji (Senapati) Nusantara berencana akan mengusulkan Hari Keris Nasional kepada Presiden Jokowi. Usulan adanya Hari Keris Nasional ini mengacu pada pengakuan UNESCO atas keris sebagai warisan budaya.
Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji (Senapati) Nusantara berencana akan mengusulkan Hari Keris Nasional kepada Presiden Jokowi. Usulan adanya Hari Keris Nasional ini mengacu pada pengakuan UNESCO atas keris sebagai warisan budaya.
Usulan Hari Keris Nasional ini muncul dalam pembahasan Rapat Kerja (Raker) Agung Senapati Nusantara yang digelar Sabtu hingga Minggu, 9-10 Februari di Hotel Ros In, Yogyakarta.
Sekjen Senapati Nusantara Hasto Kristiyanto mengatakan, jika pihaknya akan mengusulkan Hari Keris Nasional kepada Presiden Jokowi. Selain mengusulkan Hari Keris Nasional, dalam raker Senapati Nusantara juga akan membahas tentang upaya pelestarian keris dan tosan aji.
"Raker Agung merumuskan langkah-langkah strategis ke depan yang akan dilakukan. Termasuk upaya untuk mengusulkan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menetapkan Hari Keris," ujar Sekjen PDI Perjuangan ini disela Raker Agung Senapati Nusantara, Sabtu (9/2) malam.
Hasto mengungkapkan saat ini Keris telah ditetapkan menjadi salah satu warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Keputusan UNESCO tersebut dijadikan landasan untuk mengajukan Hari Keris Nasional.
"(Penetapan Hari Keris Nasional) Sesuai juga dengan pengakuan dari UNESCO. Keris adalah maha karya kita yang luar biasa. Generasi muda kita harus melihat mahakarya itu dan melihat dari seluruh aspek kepribadian melalui produk Tosan Aji," ungkap Hasto.
Ditemui terpisah, panitia Raker Agung Senapati Nusantara, Sukirman (34) menyampaikan jika Senapati Pamungkas mengusulkan beberapa opsi tanggal untuk penetapan Hari Keris. Opsi tanggal ini salah satunya adalah tanggal 25 November.
"Opsinya adalah Hari Keris diusulkan ditetapkan pada tanggal 25 November. Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan hari pengakuan UNESCO," tutup Sukirman.
Baca juga:
Melihat Tradisi Memandikan Rupang dan Akulturasi Klenteng Banyumas
Tradisi Jamasan, Akulturasi Tiong Hoa-Jawa di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas
Upaya Merawat Budaya Betawi agar Tak Punah
Melestarikan Budaya Melalui Patung
Melihat Progres Pembangunan Rumah Betawi di Setu Babakan
Sambut Pergantian Tahun, Pemkot Jakarta Selatan Gelar Parade Betawi
Ngarot, Tradisi Gadis Indramayu Sambut Musim Tanam Padi