LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Semburan air bercampur lumpur muncul kembali di Bojonegoro

Semburan air bercampur lumpur itu diduga terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah setempat.

2016-05-30 14:23:01
Semburan lumpur
Advertisement

Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak sepekan terakhir mengeluarkan lumpur lagi disebabkan hujan terjadi dalam beberapa hari di kawasan Pegunungan Kapur.

Seorang perangkat Desa Jari, Waki, menjelaskan sudah sebulan di desanya tidak mengeluarkan lumpur, tetapi hanya mengeluarkan air bercampur gas. Karena itu, Kali Keramat di desanya yang semula keruh bercampur lumpur kembali menjadi jernih.

Namun,kata Waki, semburan di Jari kembali mengeluarkan air bercampur lumpur, selain gas, sejak sepekan terakhir.

Advertisement

"Kemungkinan ada lumpur yang kembali keluar dipengaruhi hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini," katanya.

Waki menambahkan, debit air bercampur lumpur yang keluar diperkirakan sama dengan ketika pertama kali muncul pada 7 April yaitu, sekitar 1 liter per detik. Akibat adanya semburan air bercampur lumpur, Kali Keramat di desanya kembali keruh.

"Keruhnya air di Kali Keramat cukup jauh sekitar 1 kilometer lebih dari lokasi semburan," ungkap Waki.

Advertisement

Menurutnya, pengunjung yang datang ke lokasi semburan Jari jauh berkurang dibandingkan dengan ketika semburan di daerah setempat pada pertama kali terjadi.

"Pengunjungnya sekarang sudah sepi. Kalau ada hanya satu atau dua orang pada hari libur Minggu," ujarnya.

Lebih jauh Waki memaparkan, tiga papan pengumuman awas bahaya gas beracun dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih tetap terpasang di sekitar lokasi semburan.

"Jumlah semburan di daerah setempat tetap lima titik tidak bertambah. Kadang lokasi titik lokasi semburan berubah," jelas dia.

Sekretaris Kecamatan Gondang Basuki membenarkan lokasi semburan Jari kembali mengeluarkan air bercampur lumpur.

"Warga berkeinginan lokasi semburan menjadi objek wisata, tapi kesulitan karena ada papan pengumuman awas bahaya gas beracun," keluhnya kepada Antara.

Sesuai laporan Peneliti Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, Igan S Sutawidjaja bahwa semburan di Jari mengandung sejumlah gas berbahaya.

"Gas yang ditemukan dari semburan antara lain, Co2, dan So2 dan hidrokarbon," tutup Basuki.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.