Selama Ramadan, volume sampah di Palembang naik 20 persen per hari
Volume sampah di Kota Palembang selama bulan Ramadan tahun ini meningkat 20 persen menjadi 900 ton per hari. Penyumbang tambahan sampah terbesar berasal dari pasar beduk.
Volume sampah di Kota Palembang selama bulan Ramadan tahun ini meningkat 20 persen menjadi 900 ton per hari. Penyumbang tambahan sampah terbesar berasal dari pasar beduk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Palembang, Faisal AR mengungkapkan, pada hari normal sampah di kota itu yang terangkut ke TPA Sukawinatan tak lebih dari 700 ton, tetapi kini mencapai 800 sampai 900 ton. Tambahan juga berasal dari pasar tradisional, namun persentasenya sedikitnya.
"Ada peningkatan 20 persen dari biasanya, karena adanya pasar beduk atau pasar dadakan selama bulan Ramadan," ungkap Faisal, Kamis (31/5).
Untuk mengatasi lonjakan itu, pihaknya menerjunkan personel tambahan agar sampah cepat ditangani dan dibuang ke TPA. Masyarakat juga diimbau tidak lagi membuang sampah sembarangan, seperti di trotoar dan median jalan.
"Warga perlu ingat bahwa urusan sampah bukan cuma wewenang pemerintah, tetapi bagaimana kita sama-sama punya tanggung jawab. Tak bisa membersihkan setidaknya jangan mengotori," ujarnya.
Dia menambahkan, total sampah yang diproses 1,8 juta penduduk Palembang mencapai 1.400 ton per hari. Hanya saja, sampah yang bisa terangkut di TPA Sukawinatan separuhnya saja karena keterbatasan wilayah yang tersisa tak lebih 4 hektar saja dari total areal 25 hektare.
"Diperlukan teknologi terbarukan mengelola sampah yang hemat tempat dan bermanfaat," pungkasnya.
Baca juga:
Pesta rakyat di Monas sisakan sampah
Pemerintah tindak tegas pembuang sampah di laut
Gorong-gorong Margonda isi kabel semrawut dan tumpukan sampah
Begini penampakan dari dekat sampah yang menumpuk di pesisir Teluk Jakarta
Seribu orang dari berbagai unsur gerebek sampah pesisir Teluk Jakarta
Sampah di TPA Putri Cempo Solo berbau busuk, warga resah