LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Selama di Mempawah, eks Gafatar olah air sungai jadi air layak minum

Sayangnya baru satu bulan digunakan mereka harus diusir dari Mempawah.

2016-01-30 19:00:00
Gafatar
Advertisement

Selama di Mempawah, Kalimantan Barat, para mantan anggota Gafatar membuat sistem pengolahan air sungai menjadi air layak minum. Mereka membuat sistem tersebut lantaran kesulitan air yang layak untuk konsumsi.

Perancang sistem pengolahan air tersebut, Amri Cahyono menjelaskan jika sistem pengolahan air yang digunakan adalah teknologi modern yang disesuaikan dengan peralatan yang ada di sana.

"Warga di sana biasanya langsung ambil dari sungai, tapi keruh. Lalu kami membuat tim ada 9 orang, membuat sistem supaya air sungai itu bisa langsung layak konsumsi," kata Amri pada merdeka.com di penampungan Youth Center Yogyakarta, Sabtu (30/1).

Advertisement

Mereka membuat dua bak air dari kayu dan terpal dengan kapasitas 20 ribu liter. Air dari sungai diangkat dengan menggunakan pompa air ke bak tersebut lalu diberi tawas dan kapur untuk pengendapan.

"Pengendapan itu butuh waktu dua jam. Air yang diangkut itu kadang airnya warna coklat kadang juga hitam. Kalau hitam butuh waktu yang lama," terangnya.

Usai pengendapan, air kemudian dialirkan ke satu bak lagi yang tempat air yang sudah jernih. Setelah dialirkan ke dua tandon di ketinggian 3 meter. Masing-masing tandon tersebut berukuran 1500 liter. Setelah itu air dialirkan ke dua tempat, satu ke perkampungan dan satu lagi ke penyaringan yang bisa membuat air langsung layak minum.

Advertisement

"Secara berkala dari baik ke tandon 3.000 liter dulu, lagi sampai 30 ribu liter. Itu bisa memenuhi kebutuhan 400 orang," tambahnya.

Sebelum air yang sudah melalui penyaringan dikonsumsi, Amri melakukan tes ke laboratorium Dinas Kesehatan Kalimantan Barat. Hasilnya menakjubkan, indeks kelayakan air hasil penyaringan jauh di atas standar yang ditetapkan.

"Kami pakai saringan sederhana, lapisan pertama itu kerikil, lapisan kedua karbon aktif, lapisan ketiga pasir aktif, selanjutnya batu alam, lalu kerikil lagi. Ini sederhana, tapi orang PDAM heran sampai mendatangi kami," terangnya.

Sayangnya baru satu bulan digunakan mereka harus diusir dari Mempawah. Jerih payah selama dua bulan membangun sistem tersebut pun sia-sia.

"Anggarannya sekitar 15 juta untuk membuat itu. Kami sudah mau bantu warga di sana untuk membuat juga, tapi keburu kami diusir," tandasnya.

Pemanfaatan teknologi tepat guna yang digunakan mantan anggota Gafatar di Mempawah ini membuat Pemerintah Daerah Kalimantan Barat melirik. Bahkan mereka mendatangi perkampungan eks Gafatar untuk melihat sistem pengolahan air tersebut.

"Dari pemda datang ke tempat kami, melihat. Dari PDAM juga tanya-tanya bagaimana bisa bikin seperti itu. Mereka juga pengen membuatnya," kata Amri.

Dalam kunjungan tersebut Amri mengatakan jika untuk membuat sistem seperti itu biayanya murah, hanya Rp 15 juta. Jumlah yang murah itu membuat pemerintah terkejut.

"Mereka ada yang mau bikin, biayanya katanya Rp 500 juta. Saya bilang ngawur itu, nggak sampai segitu," ujarnya.

Amri pun mengaku mau berbagi ilmu dengan warga setempat. Bahkan tim berisi sembilan orang tersebut siap membantu untuk membangun sistem tersebut di masyarakat sekitarnya.

"Kami sudah tunjukan caranya dan kenalkan ke warga. Mereka mau membuatnya, tapi kami keburu diusir," tambahnya.

Amri sendiri mengaku mendapatkan pengetahuan membangun sistem pengolahan air tersebut semasa dia kuliah di Jurusan Teknik Lingkungan, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. "Waktu kuliah belajarnya. Ini teknologi modern sederhana saja, tidak banyak biaya," pungkasnya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.