LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Selama 3 tahun, Kemenhan sebut 74 juta orang ikut Bela Negara

Setiap tahun peserta Bela Negara terus meningkat.

2017-12-30 04:30:00
Bela Negara
Advertisement

Kementerian Pertahanan memaparkan capaian kinerja selama tiga tahun. Ada pun pencapaian selama ini dianggap terus meningkat adalah program Bela Negara. Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi Bondan Tiara Sofyan menjelaskan, pada 2015 sebanyak 67,1 juta orang.

Pada tahun 2016 jumlahnya naik 4,1 juta orang, menjadi 71,2 juta orang. Pada tahun ini juga kembali mengalami kenaikan. Tercatat ada 3,1 juta orang atau menjadi 74,3 juta.

"Bela Negara ini program andalan, mencapai 74 juta orang. Ini kita terus meningkat," kata Bondan Tiara di Jakarta, Jumat (29/12).

Advertisement

Pencapaian ini, kata Bondan, menunjukkan bahwa Kementerian Pertahanan sudah bekerja sesuai konsep Nawacita dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Kita berfokus pada tiga Nawacita. Dalam lima tahun fokus membangun TNI profesional, tujuan kedua menjaga perbatasan udara, laut, dan darat," ujarnya.

Bondan Tiara menjelaskan kebijakan Kemenhan tersebut adalah membangun TNI yang profesional, mengamankan perbatasan, ikut serta mewujudkan perdamaian, industri pertahanan dalam negeri, dan mewujudkan kesadaran bela negara. Sedangkan program alutsista Kemenhan sudah mencapai 50,9 persen untuk pertahanan.

"Alutsista mencapai 50,9 persen perbedaannya, menghitung progress on track. Peralatan kemarin sudah datang KRI Bimasuci, tank Leopard, dan lainnya. TNI akan profesional kalau prajuritnya sejahtera, kita akan tingkatkan remunerasi, dan rumah prajurit terus ditambah dengan disesuaikan keuangan negara," ujarnya.

Advertisement

Bondan Tiara juga mengatakan capaian kinerja dalam pembangunan wilayah perbatasan. Apalagi Indonesia juga terus berpartisipasi dalam perdamaian dunia dengan mengirimkan personel TNI ke negara lain.

"Membangun pinggiran, ada yang dibuka dan dikeraskan. Jalan perbatasan, membangun ekonomi, truk bisa berjalan dengan lancar. Perbatasan, membangun runway di Natuna. Perdamaian, kita masih tercatat mengirimkan pasukan terbesar di dunia, kita juga berupaya melalui perdamaian dunia memanfaatkan produksi dipakai di sana," ujarnya.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.