Selain tolak patung, LMND protes penggantian nama jalan
Sebulan lalu, massa LMND juga berunjuk rasa, menolak penggantian nama jalan menjadi Jl Zainal Abidin Pagaralam.
Demonstran di Lampung Selatan, Senin (30/4) berunjuk rasa menolak pembangunan patung Zainal Abidin. Mereka berusaha merusak patung setinggi 10 meter tersebut.
Massa menolak berdirinya patung tersebut di tengah-tengah kemiskinan yang melanda di kabupaten setempat. Massa menilai pembangunan patung itu kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Sebulan lalu, ratusan anggota LMND juga berunjuk rasa, menolak penggantian nama Jalan Indra Bangsawan berubah menjadi Zainal Abidin Pagaralam yang juga mantan gubernur Lampung. Zainal Abidin Pagaralam adalah ayah dari Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Zainal Abidin Pagaralam adalah juga kakek dari Rycko Menoza, bupati Lampung Selatan saat ini.
Aksi tersebut berujung bentrok antara aparat kepolisian dengan kelompok massa hingga menimbulkan luka-luka.
Massa sudah beberapa kali melakukan aksi demontrasi menentang pendirian patung ZA sekaligus penggantian nama jalan itu.
Massa menganggap pembangunan patung itu belum dianggap perlu, masih banyak infrastruktur daerah yang rusak dan perlu mendapat perhatian serius dari sekedar membangun patung.
Dalam aksi sebelumnya, kelompok itu menarik perhatian pengguna jalan lintas Sumatera hingga menimbulkan kemacetan panjang.
Zainal Abidin merupakan tokoh masyarakat Lampung. Dari sejumlah kota dan kabupaten se-Lampung, semuanya sudah mengabadikan namanya sebagai nama jalan atau nama rumah sakit, hanya kabupaten Lampung Selatan yang belum mengabadikan namanya.
Karena itu, pemerintahan setempat, menganggap layak tokoh tersebut diabadikan dalam bentuk monumen patung yang terletak di perkotaan Kalianda. Pembangunan patung setinggi tujuh meter itu, menelan biaya senilai Rp 1,1 miliar.
(mdk/tts)