Selain TNI, 3 Polisi Jadi Korban Jembatan Putus di Sungai Digul Papua
Polisi mengakui kondisi tali jembatan tersebut sudah tidak layak atau tidak kuat. Kendati begitu, anggota tetap berjalan, bahkan jumlahnya melebihi kapasitas jembatan nahas tersebut.
Seorang prajurit TNI hilang di Sungai Digul, Distrik Iwur, Pegunungan Bintang, Papua Tengah, Sabtu (28/1) sore. Selain prajurit TNI tersebut, tiga personel polisi juga menjadi korban akibat jembatan di atas Sungai Digul dilintasi putus.
"Iya benar, ada 3 anggota Polri dan 1 anggota TNI hanyut di Sungai Digoel. Saat ini kami tengah melakukan pencarian. Mohon doanya saja," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo.
Benny mengatakan, tiga polisi yang hanyut yakni Briptu Yohanes Matius anggota Reskrim Pegunungan Bintang, Bripda Risman Rahman anggota Reskrim Polres Pegunungan Bintang dan Bripda Stevan Randongkir Bamin Ops Polres Pegunungan Bintang.
"Untuk anggota TNI yaitu Pratu Ferdian Dwi S jabatan Tamudi Satgas Pamwiltasrat RI-PNG Yonif 143/TWEJ," ujar dia.
Kronologi Tenggelam
Benny menjelaskan kronologi singkat jembatan tersebut putus. Insiden itu berawal saat rombongan Dansatgas Pamwiltasrat RI-PNG Yonif 143/TWEJ hendak kunjungan kerja ke Pos Satgas Yonif 143/TWEJ. Saat itu juga rombongan Kapolres Pegunungan Bintang hendak melakukan pengecekan ke Pos Polisi Iwur.
"Lalu kendaraan rombongan hanya sampai di ujung jalan. Kemudian mereka (anggota) harus berjalan kaki melewati jembatan tali. Nah, saat di tengah jembatan tiba-tiba tali jembatan putus, mereka pun terjatuh ke sungai," ujar dia.
Benny mengakui kondisi tali jembatan tersebut sudah tidak layak atau tidak kuat. Kendati begitu, anggota tetap berjalan, bahkan jumlahnya melebihi kapasitas jembatan nahas tersebut.
"Sampai dengan saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban di lokasi kejadian. Mereka sampai saat ini belum ditemukan. Mereka diduga hanyut terbawa arus sungai,” pungkasnya.
(mdk/gil)