LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Selain di Islam, kelompok radikal juga ada di agama lain

Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan kelompok radikal yang kini muncul di permukaan selalu dikaitkan dengan agama Islam. Padahal, kata dia, kelompok-kelompok radikal di agama lain juga ada dan harus ditindak.

2018-02-19 18:37:54
Radikalisme
Advertisement

Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan kelompok radikal yang kini muncul di permukaan selalu dikaitkan dengan agama Islam. Padahal, kata dia, kelompok-kelompok radikal di agama lain juga ada dan harus ditindak.

"Saya kira itu tidak boleh, itu harus ditindak juga gerakan gerakan radikalisme dari berbagai agama. Perlakuannya harus sama," kata Karyono usai 'Kekuatan Nasionalis Dalam Kepungan Kelompok Radikal' di Hotel Arya Duta, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (19/2).

Karyono mendefinisikan kelompok radikal ialah kelompok yang mewujudkan keyakinannya dengan menggunakan kekerasan. Namun, menurutnya, sebutan yang cocok untuk kelompok-kelompok itu adalah radikalisme ekstremis. Kendati demikian, paham radikal dalam suatu keyakinan juga diperlukan.

Advertisement

"Radikal itu dalam agama diperlukan juga dalam suatu keyakinan, ideologi dan agama diperlukan sifat radikal, artinya kan mengakar, mendasar. Ini kalau saya menambahkan istilahnya radikal ekstremis," kata dia.

Di luar itu, dirinya juga menyebut terdapat kelompok radikal lain yang berbasis nonmuslim di beberapa daerah. Namun, kelompok itu tak seheboh dengan basis yang ada di permukaan saat ini.

"Radikal kristen misalnya, radikal nasrani ada juga. Tetapi kan tidak terlalu heboh, besar, menonjol, dan keras," jelasnya.

Advertisement

Baca juga:
'Kelompok radikal mencederai prinsip toleransi Bhineka Tunggal Ika'
Di depan taruna Akpol, Suhardi bicara soal ancaman radikalisme
Jejak Suliono, gagal ke Suriah hingga serang gereja di Sleman
BNPT: Masalah kebangsaan dan radikalisme punya korelasi sangat kuat
BNPT ajak kepala daerah bersinergi cegah penyebaran radikalisme

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.