Sekretaris PDIP Jatim bantah ditangkap KPK di Malang
Sekretaris PDIP Jatim bantah ditangkap KPK di Malang. Padahal, perempuan yang juga anggota DPRD Jawa Timur tersebut tengah mengikuti rapat mingguan di kantor partainya, di Jalan Kendangsari Industri, Surabaya. Dikonfirmasi terkait isu tersebut, Sri Untari menjawabnya sambil tertawa geli.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendatangi Jawa Timur kantor Bupati Malang, Rendra Kresna. Beredar kabar bahwa KPK datang ke Malang untuk menangkap Sekretaris PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno.
Padahal, perempuan yang juga anggota DPRD Jawa Timur tersebut tengah mengikuti rapat mingguan di kantor partainya, di Jalan Kendangsari Industri, Surabaya. Dikonfirmasi terkait isu tersebut, Sri Untari menjawabnya sambil tertawa geli.
"Lah ini saya di sini, berarti kan enggak ada apa-apa. Lumayan kampanye gratis hari ini, kampanye gratis," canda Untari di kantor DPD PDI Perjuangan, Senin (8/10) malam.
Lebih jauh, politikus yang juga menjabat wakil sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Jawa Timur ini menjelaskan, sejak pukul 09.00 WIB, dirinya bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, serta seluruh pengurus partai menggelar rapat internal. Bahkan, kata Untari, di tengah rapat internal itu, dirinya sempat mendapat telepon dari petugas DPP PDI Perjuangan.
"Tadi teman-teman pada telepon, ya saya jawab di sini, ya di kursi ini, di meja ini (ruang rapat DPD PDIP Jatim), kemudian saya foto," jelas Untari.
"Ibu di mana? Di kantor DPD. Ono opo seh (ada apa)? Ibu sehat? Dungaren nakoni (tanya) sehat biasane ngirim surat. Petugasnya DPP biasane surat kok telepon? Oh ya sudah bu, ibu foto ya, ibu selfie ya," terang Untari mengulang percakapannya.
Untari menduga, DPP PDI Perjuangan lebih dulu mendengar isu yang menyebut dirinya di OTT KPK di Malang. Kemudian mengkonfirmasi kabar tersebut kepada dirinya.
"Sehingga, saat mengkonfirmasi ke saya itu, saya, dan kami semua masih rapat, saya kirim fotonya, kami masih rapat, ya sudah selesai," tandasnya.
Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi juga mengaku bingung mendapat kabar hoaka soal OTT KPK terhadap sekertarisnya tersebut.
"Berhubung ini tahun politik, kami, PDI Perjuangan sepakat untuk 'menebalkan daun telinga'. Ya daun telinga kita pertebal, jadi ya kalau kita kemudian menanggapi seluruh isu, seluruh berita, engko awak dewe (nanti kita semua) setres dewe," kata Kusnadi.
"Ya selama kita tidak melakukan apa yang orang lain sampaikan, yo jarno ae (biarkan saja), lha opo (ngapain), engko lhak mandek-mandek dewe (nanti akan berhenti dengan sendirinya), lhaopo," sambungnya.
Menurut politikus PDI Perjuangan yang juga wakil ketua DPRD Jawa Timur ini, jika pihaknya ikut menanggapi berita-berita hoaks, justru akan membuat semua pekerjaan dan tanggung jawab yang diembang terbengkalai.
"Sudah diam saja, ya malah mungkin nanti pekerjaan kita, tanggung jawab kita tidak akan laksanakan dengan sebaik-baiknya, ya sudah, kita, ngunu ae (begitu saja)
Baca juga:
KPK geledah kantor Pemkab Malang
Irwandi Yusuf ditetapkan jadi tersangka gratifikasi pembangunan dermaga Sabang
KPK lelang 1 mobil & 19 perhiasan mewah milik terpidana korupsi
KPK periksa Kepala Imigrasi Soekarno-Hatta Enang Supriyadi Syamsie
KPK ingatkan Sjamsul Nursalim dan istrinya penuhi panggilan pemeriksaan
," tandasnya.
(mdk/eko)