Sekolah Santa Maria Fatima Jatinegara Disulap Jadi Tempat Isoman Pasien Covid-19
Tempat isolasi mandiri ini menjadi salah satu tempat isolasi mandiri pertama yang diinisiasikan oleh susteran, di samping beberapa tempat isolasi mandiri yang sedang dalam proses persiapan.
Lembaga Daya Dharma (LDD) dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menginisiasi rumah isolasi mandiri pasien Covid-19. Keinginan mendirikan tempat isolasi mandiri itu berawal pada akhir Juli 2021 lalu.
Saat itu, Romo Christoforus Kristiono Puspo, SJ dari LDD-KAJ menghubungi Suster Alfonsa Sudaryati, RGS. Romo Christoforus Kristiono Puspo, SJ yang biasa dipanggil Romo Chris, menceritakan bahwa LDD – KAJ melihat banyaknya warga prasejahtera yang positif Covid-19 yang tinggal di rumah-rumah petak tidak bisa melakukan isolasi mandiri
karena tidak tersedianya ruangan yang memadai.
Maka dari itu LDD – KAJ di bawah komando Romo Chris berniat untuk mendirikan rumah-rumah isoman. Romo Chris kemudian menawarkan kepada Suster Alfonsa apakah Susteran Gembala Baik mau menjadi rumah isolasi mandiri sekolah pertama.
Bagai gayung bersambut, Suster Alfonsa yang merasa terpanggil dengan penawaran tersebut kemudian menyanggupi untuk mendirikan rumah isoman di sekolah Santa Maria Fatima, Jatinegara – Jakarta Timur. Sekolah itu merupakan Susteran Gembala Baik berkarya.
Suster Alfonsa kemudian menghubungi Ikatan Alumni Santa Maria Fatima dan mengadakan pertemuan pada tanggal 28 Juli 2021 untuk menyampaikan rencana tersebut. Pertemuan itu membicarakan mengenai persiapan yang perlu dilakukan untuk merubah fungsi ruangan-ruangan di sekolah menjadi ruangan-ruangan untuk isolasi mandiri.
Dalam waktu yang cukup singkat sekitar 1 minggu, tepatnya 6 Agustus 2021, rumah isolasi mandiri siap beroperasi dengan nama Domus Isoman Santa Maria Fatima.
Kata Domus diambil dari bahasa Latin yang artinya rumah. Ditandai dengan Misa Pemberkatan pada hari Sabtu tanggal 7 Agustus 2021, Domus Isoman Santa Maria Fatima yang bekerja sama dengan Keuskupan Agung Jakarta dan Paroki Santo Yoseph Matraman sebagai paroki setempat, secara resmi dibuka.
Tempat isolasi mandiri ini menjadi salah satu tempat isolasi mandiri pertama yang diinisiasikan oleh susteran, di samping beberapa tempat isolasi mandiri yang sedang dalam proses persiapan.
Dengan kapasitas total 30 orang pasien, tim pengurus menargetkan maksimal okupansi 20 orang (sekitar 2/3 dari total kapasitas yang ada).
Dalam operasionalnya, Domus isoman ini mendapat dukungan dari Rumah Sakit St. Carolus, Salemba. Di mana ada 7 dokter yang memantau, serta perawat-perawat yang akan bertugas pada lokasi zona merah pada pkl. 10.00 – 15.00 WIB setiap harinya dengan tetap mengikuti peraturan-peraturan, himbauan-himbauan dari Pemerintah & Keuskupan Agung Jakarta.
Domus isoman ini selain sebagai tempat tinggal, orang-orang yang melakukan isolasi mandiri disana akan mendapat obat-obatan, makan 3 kali sehari, serta dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan
imun tubuh.
Suasana rumah isolasi mandiri dibuat seperti halnya sedang berada di rumah sendiri. Di mana setiap orang dapat mencuci dan menjemur pakaiannya sendiri.
Setiap tamu isoman yang akan tinggal di sana diharapkan sudah memiliki surat rujukan dari rumah sakit atau puskesmas yang menyatakan dirinya dapat melakukan isolasi mandiri. Serta membawa hasil PCR positif di mana ia merupakan kelompok pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan yang dapat melakukan aktivitas harian secara mandiri. Jika semua persyaratan dapat dipenuhi, maka yang bersangkutan dapat tinggal selama maksimal 14 hari sesuai dengan instruksi tim medis.
Dalam operasionalnya sehari-hari Domus Isoman Santa Maria Fatima berada di bawah koordinasi Suster Yasinta, RGS sebagai penanggung jawab, dibantu dokter Martina Stephanie sebagai penanggung jawab medis dan Ibu Eka Santi sebagai
Ketua Posko.
Domus Isoman Santa Maria Fatima menerima warga yang perlu tempat isolasi mandiri tanpa dipungut biaya & sifatnya berlaku untuk umum di mana pasien bergejala ringan atau tanpa gejala. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
Posko Domus Isoman Santa Maria Fatima di 0812-300-110-63.
Baca juga:
Cerita Warga Sigi Tempuh 70 Km untuk Kirim Makanan kepada Warga Isoman di Palu
Satgas Sebut 75 Persen Penderita Covid-19 di Sulsel Tak Disiplin Jalani Isoman
Cerita Meily Badriati, Pasien Isoman Covid-19 dengan Diagnosis Pneumonia
Pemerintah Siapkan Kapal Pelni untuk Isolasi Terpusat di 4 Kota
Cerita Warteg di Palmerah Dapat Berkah dari Berbagi Makanan kepada Warga Isoman
Kepala BNPB Apresiasi Kelengkapan Fasilitas Isolasi Terpusat di Medan
Tinjau Lokasi Isolasi Terpusat di Magelang, Luhut Minta Warga Isoman Bergabung