LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sekolah Ganjar Pranowo di Yogya Diserang Sekelompok Orang, Dua Penjaga Terluka

SMA Bopkri 1 (Bosa) yang berada di Jalan Wardani Nomor 2 Kotabaru, Kota Yogyakarta menjadi sasaran perusakan orang tak dikenal pada Sabtu (24/12) pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Selain perusakan, orang tak dikenal ini juga menganiaya petugas keamanan di SMA Bosa tersebut.

2022-12-24 18:23:46
Ganjar Pranowo
Advertisement

SMA Bopkri 1 (Bosa) yang berada di Jalan Wardani Nomor 2 Kotabaru, Kota Yogyakarta menjadi sasaran perusakan orang tak dikenal pada Sabtu (24/12) pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Selain perusakan, orang tak dikenal ini juga menganiaya petugas keamanan di SMA Bosa tersebut.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Timbul mengatakan, perusakan dan penganiayaan ini bermula saat ada dua orang tak dikenal datang ke SMA Bosa sekitar pukul 04.30 WIB.

Dua pria ini mendatangi petugas keamanan SMA Bosa dan menanyakan dimana biasanya anak SMA Bosa berkumpul. Saat itu orang tak dikenal ini sempat mencabut kabel kamera CCTV di gerbang SMA Bosa.

Advertisement

"Pelaku ini melepas kabel CCTV yang ada di gerbang utama sekolah. Kemudian pelaku meninggalkan sekolah. Sekitar pukul 05.06 WIB datang lagi enam orang dengan tiga sepeda motor ke SMA Bosa," kata Timbul, Sabtu (24/12).

Sekolah Ganjar dan Menkes

SMA Bosa merupakan salah satu sekolah unggulan di Kota Yogyakarta. SMA Bosa melahirkan banyak alumni berprestasi di antaranya ada nama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan eks Menkes Terawan Agus Putranto.

Advertisement

"Mereka masuk ke dalam gerbang sekolah. Memukul dua petugas keamanan dengan helm dan besi. Selanjutnya merusak pos satpam dan tanaman hias. Mereka mengancam kalau melaporkan ke polisi (petugas keamanan) akan dibunuh," sambung Timbul.

Timbul menambahkan, pihak sekolah belum melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Meski demikian, polisi akan tetap melakukan penyelidikan terhadap perusakan dan penganiayaan di SMA Bosa ini.

"Belum (melapor). Kami akan tetap mengusut kasus ini," tegas Timbul.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.