Sekolah di Tegal dan Rembang Dibuka jika 2 Minggu Tidak Ada Penambahan Kasus Corona
Pembukaan sekolah yang berada di zona hijau akan dilakukan secara hati-hati di Kota Tegal dan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Jateng), Jumeri menuturkan, pembukaan sekolah dilakukan jika selama dua minggu tidak ada penambahan kasus corona.
Pembukaan sekolah yang berada di zona hijau akan dilakukan secara hati-hati, seperti di Kota Tegal dan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Jateng), Jumeri menuturkan, pembukaan sekolah dilakukan jika selama dua minggu tidak ada penambahan kasus corona.
"Dari zona hijau Rembang dan Tegal sudah diizinkan membuka kembali tatap muka langsung jika memenuhi persyaratan, yakni selama dua minggu tidak ada penambahan jumlah pasien positif," kata Jumeri, Semarang, Rabu (9/6).
Dia menyebut keputusan membuka kembali sekolah di masa pandemi, bukan perkara mudah. Sebab banyak pelajar dari satu kabupaten yang bersekolah di kota lain.
"Jadi ini yang harus kita wajib mengidentifikasi siswa dari kota lain. Misal siswa SMA 3 Semarang, murid dari Kendal berapa. Kalau Kendal masih merah, tidak boleh masuk murid yang bersangkutan," ungkapnya.
Soal rencana pengambilan buku rapor sekolah yang sedianya dilakukan 12 Juni 2020, tetap akan dilakukan. Pihaknya akan mengundang orang tua murid secara virtual. Lantaran kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah yang belum bagus.
"Tadinya akan mengundang orang tua siswa. Tetapi sekarang tetap mengundang orang tua, tapi secara virtual. Karena kondisi Jawa Tengah belum bagus," tuturnya.
Pihaknya juga tengah melakukan persiapan yang mengacu Kementerian Pendidikan. "Bahwa ada syarat-syarat tertentu sekolah bisa membuka pembelajaran tatap muka kembali. Dinas Pendidikan sendiri sudah menyiapkan protokol kesehatan untuk sekolah, petunjuk teknis untuk penyiapan gugus tugas di sekolah, protokol berangkat sekolah, pulang dari sekolah, pengaturan manajemen pendidikan, pengaturan kurikulum, itu kita buat," ujarnya.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang terus menyiapkan menghadapi kenormalan baru atau new normal. Termasuk salah satunya adalah menyiapkan diri di sektor pendidikan. Yaitu kesiapan sekolah yang ada di Jawa Tengah. Diketahui, sekolah di Jateng rencananya akan mulai masuk pada 13 Juli 2020.
Ganjar menuturkan pihaknya tengah menyusun persiapan norma baru di berbagai sektor. Seperti sektor peribadatan, perkantoran, industri, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Beberapa daerah hijau yang akan menerapkan normal baru, diharuskan memegang pedoman norma baru yang disusun itu.
"Bentuknya nanti mungkin instruksi gubernur, atau bisa juga nanti instruksi gugus tugas. Kita sedang susun, dalam waktu dekat segera kami umumkan," tutup Ganjar.
Baca juga:
Penyemprotan Disinfektan di Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru
Kemenag Siapkan 3 Skema Jika Tahun Ajaran Baru Madrasah Dimulai 13 Juli 2020
Pendaftaran Siswa Tahun Ajaran Baru Dibagi 3 Tahap
Kemendikbud: Kami Prioritaskan Kesehatan & Keselamatan Insan Pendidikan
Pemerintah Didesak Penuhi Hak Anak dalam Pendidikan
Cegah Covid-19, Ketum IIPG Dukung Rencana Belajar di Rumah hingga Akhir 2020