Sekjen PDIP tegaskan tak berniat jauhkan Jokowi dari Demokrat
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah telah berupaya menjauhkan Demokrat dengan Joko Widodo. Pernyataan ini menyusul ucapan Hasto yang mengaitkan slogan Demokrat 'katakan tidak pada korupsi' dengan dugaan keterlibatan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus korupsi e-KTP.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantah telah berupaya menjauhkan Demokrat dengan Joko Widodo. Pernyataan ini menyusul ucapan Hasto yang mengaitkan slogan Demokrat 'katakan tidak pada korupsi' dengan dugaan keterlibatan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus korupsi e-KTP.
Hasto mengucapkan itu saat menanggapi nama Puan Maharani dan Pramono Anung disebut oleh Setya Novanto dalam sidang kasus korupsi e-KTP.
"Kami tidak pernah ada upaya memisahkan siapapun yang memberikan dukungan kepada Jokowi," kata Hasto di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (26/3).
Hasto meluruskan bahwa ucapannya itu bermaksud mengingatkan kader PDIP agar menjadikan setiap slogan sebagai komitmen yang harus dijalankan. Dia pun sepakat jika korupsi adalah musuh bersama yang harus diperangi.
Selain itu, dia juga setuju praktik korupsi tidak hanya dilakukan oleh koalisi partai yang tengah berkuasa. Menurutnya, partai-partai yang berada di luar kekuasan pun bisa melakukan korupsi karena tergerak oleh nafsu.
"Yang kami lakukan, itu juga mengingatkan bagi PDIP, bahwa bagi kami semboyan, tagline, komitmen, itu merupakan bagian dari komitmen moral yang disertai juga landasan etis yang kuat dihadapan rakyat," tegasnya.
Meski terlibat perang opini, kata Hasto, PDIP masih membuka diri untuk berkoalisi dengan Demokrat di Pemilu Serentak 2019 mendatang.
"Bagi yang telah mengetuk pintu, kami akan membuka hal tersebut," tandasnya.
Baca juga:
PKB klaim Cak Imin bisa dongkrak elektabilitas Jokowi
Sekjen PDIP bantah 3 kader disiapkan jadi cawapres Jokowi
Bantah Masinton, Sekjen PDIP tegaskan nama Cawapres Jokowi belum dibahas
Romi sebut Jokowi sudah kantongi nama bakal Cawapres untuk Pilpres 2019
Prabowo kumpulkan partai koalisi, Anies Baswedan hadir