LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sekelumit kisah penyewa tikar sekitar Monas di hari Lebaran

Kalau apes, ada pengunjung nakal yang tak mengembalikan tikarnya.

2015-07-18 21:05:00
Lebaran
Advertisement

Pengelola Monas menutup pintu rapat-rapat untuk pedagang kaki lima (PKL) masuk ke pelataran Tugu Monas. Larangan ini bisa berimbas ke pendapatan mereka.

Tak kehabisan akal, mereka menyiasati dengan menyewakan tikar kepada pengunjung yang hendak berwisata dan menghabiskan waktu di ikon ibu kota tersebut. Merry (50), pedagang minuman asal Sumatera menyewakan tikar dengan mematok harga Rp 10.000 untuk satu jamnya. Merry menyewakan tikar yang terbuat dari terpal dengan ukuran 1x1 M.

"Ya karena tak bisa masuk ke dalam saya akhirnya pikir lebih baik sewakan saja tikar kepada pengunjung," ujar Merry kepada Merdeka.com di depan Tugu Monas, Jakarta, Sabtu, (18/7).

Advertisement

Merry mengakui, hasil penyewaan tikar jauh lebih besar dibanding jual minuman. Namun dia tidak menyebutkan detail pendapatan yang dikantongi. Tidak semua menyenangkan, ada saja kisah nestapanya. Terkadang ada pengunjung nakal yang tak mengembalikan tikarnya.

"Mungkin ramai karena Lebaran ya. Tapi kalau apes ya tikar saya mereka bawa," ujarnya seraya tersenyum.

Berbeda dengan Roman (17) yang mengaku tidak menyewakan tikar tapi menjualnya ke pengujung. Tikar yang dijual Roman terbuat dari jahitan plastik semen. "Harganya Rp. 10.000," singkat Roman.

Advertisement
(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.