LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

'Sekelas Kapolri tak boleh ucapkan yang berjasa hanya NU dan Muhammadiyah'

'Sekelas Kapolri tak boleh ucapkan yang berjasa hanya NU dan Muhammadiyah'. Daeng menilai pidato Kapolri sebagai politik yang memecah belah. Dia meminta Kapolri lebih bijaksana dan arif dalam menyampaikan pendapat, apalagi menyangkut pergerakan ormas-ormas di era kemerdekaan Indonesia.

2018-01-31 18:23:54
Kapolri Tito Karnavian
Advertisement

Anggota Komisi III dari Fraksi PAN Daeng Muhammad tidak setuju dengan pendapat Kapolri Jenderal Tito Karnavian tentang ormas NU dan Muhammadiyah yang hanya layak didukung lantaran berjasa kepada kemerdekaan Indonesia dan pro-Pancasila. Menurutnya, masih banyak ormas Islam lain yang turut membantu membuat Indonesia merdeka.

"Saya mengkritik pidato Kapolri di depan dua ormas itu NU dan Muhammadiyah, ada Al Irsa, Persis, ada gerakan-gerakan Islam lain juga yang berperan dalam bagaimana memerdekakan republik ini," kata Daeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/1).

Daeng menilai pidato Kapolri sebagai politik yang memecah belah. Dia meminta Kapolri lebih bijaksana dan arif dalam menyampaikan pendapat, apalagi menyangkut pergerakan ormas-ormas di era kemerdekaan Indonesia.

Advertisement

"Pak Kapolri harus arif dalam berpendapat, berargumen apalagi di hadapan publik, ini seperti politik belah bambu buat saya. Perilaku seperti ini tidak boleh dilakukan oleh orang sekelas Kapolri, mengucapkan kata-kata bahwa, yang berjasa adalah dua ormas NU dan Muhammadiyah," tegasnya

Kapolri juga diminta belajar sejarah soal pergerakan ormas-ormas di masa kemerdekaan. "Kapolri harus belajar dari sejarah bukan hanya dua ormas itu, ada ormas yang lain, janganlah ormas umat Islam dipecah-pecah oleh pola seperti ini," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen (Majelis Ulama Indonesia) MUI KH Tengku Zulkarnain membuat surat terbuka untuk Kapolri melalui akun Facebooknya terkait pidato tersebut. Zulkarnain menulis surat terbuka tersebut atas nama warga negara Indonesia tertanggal 29 Januari 2018.

Advertisement

Dalam surat terbuka yang dia tulis di Facebook untuk Kapolri bahwa dirinya kecewa terhadap pernyataan Tito yang tidak menganggap perjuangan umat Islam di luar ormas NU dan Muhammadiyah. Apalagi ada ucapan miring dari Tito terhadap ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah.

Polri melalui Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, video itu merupakan pidato sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan sambutan saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan NU di Kantor PBNU, pada 2016 lalu. Menurut dia, untuk menjelaskan soal pidato itu Kapolri bakal melakukan silaturahmi dengan sejumlah pimpinan ormas Islam.

Baca juga:
Ini hasil pertemuan Hamdan Zoelva-Kapolri soal pidato viral ormas Islam
MUI ingatkan Kapolri jangan abaikan ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah
Ketua MUI nilai tak ada yang salah soal pernyataan Kapolri soal ormas
Pidato tentang ormas jadi polemik, Jenderal Tito diingatkan soal menjaga NKRI
Hamdan Zoelva minta Kapolri klarifikasi ke umat soal pidato tentang ormas Islam

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.