Sejumlah kasus mangkrak jadi tantangan Dirkrimsus Polda Riau
Sejumlah kasus mangkrak jadi tantangan Dirkrimsus Polda Riau. Dia akan di hadapkan pada segala aspek permasalahan, mulai dari kejahatan penyelundupan, kebakaran hutan dan lahan hingga kasus korupsi di Riau.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Johny Edizzon Isir resmi dilantik menggantikan pejabat sebelumnya Kombes Rivai Sinambela. Dia akan di hadapkan pada segala aspek permasalahan, mulai dari kejahatan penyelundupan, kebakaran hutan dan lahan hingga kasus korupsi di Riau.
Langkah awal yang akan dilakukan perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian terbaik tahun 1996 ini akan melakukan pemetaan dan identifikasi suatu kasus yang menjadi sorotan. Kemudian disusul penyelesaian kasus yang lain.
"Karena saya baru, pertama adalah membangun soliditas, mapping (pemetaan) dan identifikasi masalah yang jadi atensi pimpinan dan masyarakat," ujar Kombes Johny, Rabu (22/3).
Kasus yang menjadi sorotan nasional dan lokal di antaranya seperti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kasus penyelundupan, pembalakan kayu hasil hutan secara liar atau ilegal loging, ilegal mining (pertambangan ilegal) dan kasus.
"Akan dievaluasi permasalahannya, lalu konsolidasi internal serta menjalin sinergis dengan pihak lainnya. Penegakan hukum harus tetap mendapat legitimasi sosial dari publik," kata peraih Adi Makayasa dari Presiden RI kedua Soeharto ini.
Bahkan, Cyber Crime atau kejahatan dunia maya juga menjadi atensi karena di zaman yang semakin canggih dalam penggunaan elektronik media sosial belakangan ini. Dia akan berkoordinasi dengan Polda yang memiliki peralatan serta akses yang memadai.
"Kita akan bangun penguatan kapasitas, baik personel termasuk strukturnya nanti. Koordinasi dan menjalin kerja sama dengan Dit Cyber Mabes dan Krimsus Polda lain yang unit Cybernya berjalan bagus," kata dia.
Pejabat Direktorat Reskrimsus yang lama meninggalkan banyak kasus yang tidak diselesaikan alias mengendap atau mangkrak, baik kasus kebakaran hutan maupun kasus besar lainnya. Ini yang akan diselesaikan Johny dalam mengemban tanggung jawabnya.
"Beberapa hari ke depan saya akan audit, perkara tunggakan akan kita pelajari, apa permasalahannya dan dimana kendalanya lalu apa rencana tindak lanjutnya," tegasnya.
Memiliki pengalaman sebagai Kepala Satuan Tugas Anti Korupsi Polda Papua, akan memudahkannya untuk menumpas kejahatan yang merugikan keuangan negara tersebut. Terlebih sejumlah kasus korupsi juga banyak yang tidak selesai sebelumnya yang ditangani Polda Riau.
(mdk/eko)