LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sejumlah hewan kurban di Mojokerto terserang pink eye dan penyakit kulit

Sejumlah hewan kurban di Mojokerto terserang pink eye dan penyakit kulit. Jelang Idul Adha, puluhan kambing kurban di Kota Mojokerto, Jatim, masih ramai dijual oleh para pedagang di sejumlah lapak. Walikota Masud Yunus, meminta hewan yang berpenyakit disisihkan dan tidak dijual ke masyarakat.

2017-08-29 20:01:00
Hewan Kurban
Advertisement

Jelang Idul Adha, puluhan kambing kurban di Kota Mojokerto, Jatim, masih ramai dijual oleh para pedagang di sejumlah lapak. Walikota Masud Yunus, meminta hewan yang berpenyakit disisihkan dan tidak dijual ke masyarakat.

"Selama pemeriksaan di 23 lapak pedagang, kami menemukan indikasi adanya hewan kurban berpenyakit. Kebanyakan terserang pink eye atau mata merah, penyakit gudik (penyakit kulit) dan diare," kata Putra, dokter hewan Dinas Ketahanan dan Pertanian (DKPP) saat mendampingi Walikota Mojokerto sidak hewan kurban, Selasa (29/8).

Menjelang Idul Adha, rawan penjualan hewan kurban berpenyakit, karena semakin mendekati hari-H, tingkat pembelian masyarakat akan meningkat. Untuk itu DKPP akan terus melakukan pengawasan terhadap lapak-lapak pedagang dan memantau kesehatan hewan yang dijual.

"Semakin dekat Idul Adha, rawan adanya hewan berpenyakit dijual pedagang. Pengawasan akan kita tingkatkan sampai selesai hari raya kurban nanti," jelas drh Putra.

Untuk memberikan perlindungan pada masyarakat, pihaknya akan mengeluarkan Surat Kesehatan Hewan (SKH) bagi pedagang yang lolos pemeriksaan. Pedagang juga diberikan imbauan supaya meneliti dan memastikan hewan yang dijual sehat.

"Kami akan memberikan SKH bagi pedagang yang lolos seleksi dengan tidak memperjual belikan hewan kurban berpenyakit. Tujuannya adalah untuk memberi kepastian bagi konsumen," terangnya.

Sementara disela-sela sidak, Walikota Mojokerto Masud Yunus, langsung mengultimatum pedagang yang berpotensi berbuat curang dalam penjualan hewan kurban.

"Hewan yang tidak layak tidak boleh dijual. Pedagang harus memperhatikan kesehatan hewan jualannya, harus ada jaminan sehat dan tidak cacat, sesuai dengan syariat yakni berusia diatas 1 tahun. Karena korban itu ada aturannya, sehingga sah sesuai syariat," pesan Masud Yunus pada salah satu pedagang.

Masyarakat juga dihimbau agar tidak asal pilih hewan kurban. Harus diteliti dulu dan dipastikan sudah ada surat hasil pemeriksaan dari dokter hewan yang berwenang.

"Saya menghimbau agar konsumen membeli dengan teliti dan ada tanda pemeriksaan, yang sudah diperiksa oleh dokter. Belinya ditempat yang sudah diperiksa dokter," tandas Masud Yunus.

Sementara sejumlah pedagang mengaku pada Idul Adha tahun ini omzet penjualan kambing kurban menurun dibandingkan tahun lalu.

"Sekarang sepi, berbeda dengan tahun lalu. Mungkin karena kondisi ekonomi, turun jauh hingga 30-40 persen," keluh Utoyo, pedagang hewan kurban di Jalan Raya Ijen, Kota Mojokerto.

Baca juga:
Pemprov Banten periksa kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha
Kementan akui banyak masyarakat tak paham kesehatan hewan kurban
Telkomsel berikan 41.000 paket hewan kurban
Distanak Banten temukan hewan kurban dijual dalam kondisi sakit
Idul Adha, 55 kapal feri akan layani penyeberangan Merak-Bakauheni
Sambut Idul Adha, angkutan barang dilarang lewat tol mulai 31 Agustus
Jelang Idul Adha, marak pengiriman sapi dari Bali lewat jalur 'tikus'

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.