Sejumlah ASN dan Tenaga Kontrak di Pemkot Solo kembali Di-Rapid Test
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar rapid test massal, Rabu (10/6). Kegiatan yang diadakan di Pendopo Gede Balai Kota Solo tersebut diikuti oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun pegawai TKPK (tenaga kontrak dengan perjanjian kerja) di lingkungan Pemkot Solo.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar rapid test massal, Rabu (10/6). Kegiatan yang diadakan di Pendopo Gede Balai Kota Solo tersebut diikuti oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun pegawai TKPK (tenaga kontrak dengan perjanjian kerja) di lingkungan Pemkot Solo.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, kegiatan rapid test akan dilakukan selama dua hari. Para karyawan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) akan dilakukan pemeriksaan pada hari ini dan besok pagi.
"Ini sifatnya bukan pemeriksaan, tapi screening. Jadi bukan semua ASN, tapi sebagian pegawai Pemkot Solo yang kemarin belum diperiksa, tapi sifatnya perwakilan. Yang melakukan pelayanan langsung memang sasarannya lebih besar," ujar Siti, Rabu (10/6).
Menurut Siti, dari sekitar 750 personel seluruh OPD termasuk badan usaha milik daerah (BUMN), Kelurahan dan Kecamatan hanya akan diambil perwakilan. Terutama bagi pegawai yang melakukan pelayanan dan sering bertugas di luar kantor.
"Pasar, khususnya pemungut retribusi pasar ini juga kami sasar," katanya.
Selain pegawai Pemkot, minggu depan pihaknya akan melakukan rapid test terhadap ojek online, khususnya sepeda motor. Dia memperkirakan jumlah perwakilan driver ojol yang disasar sekitar 120-150 orang. Untuk sasaran lainnya, dikatakannya, adalah ibu hamil.
"Ibu hamil itu kan kelompok resiko dan rentan. Kalau ibunya kena kan resiko anaknya juga," katanya.
Untuk keperluan tersebut pihaknya menunjuk dua rumah sakit yang memenuhi kriteria. Yakni RSUD dr Moewardi dan Rumah Sakit Kasih Ibu. Keduanya memiliki fasilitas kamar operasi bertekanan negatif. Ke depan pihaknya juga akan meminta RS PKU Muhammadiyah dan RS Dr Oen sebagai rumah sakit tipe B untuk mempersiapkan fasilitas yang sama.
"Bagi yang rapidnya reaktif, swab-nya positif, persalinannya harus di rumah sakit. Kita persiapkan mulai hamil 38 minggu itu dites puskesmas. Mungkin saat ini, karena ini program baru ada yang 38, ada yang menginjak 40 minggu baru dites. Tapi intinya yang kita tes 38 ke sana. Kalau hasilnya positif langsung kita kirim ke rumah sakit," katanya.
Baca juga:
Kemenkum HAM Gandeng BIN Gelar Rapid Test Massal Drive Thru Hingga 12 Juni Mendatang
Jenazah Covid-19 Dijemput Paksa Bukti Adanya Phobia di Tengah Masyarakat
Hadapi PSBB Transisi, Bappenas Lakukan Rapid Test 2.000 Pegawai
12.629 Warga di Surabaya dan Sidoarjo Ikut Rapid Test, 1.815 Orang Reaktif
Tidak Bawa Hasil Rapid Test, 26 Sopir di Bali Diamankan Tim Gabungan Satgas Covid-19
Sudah Isolasi Mandiri, Ratusan Warga Desa di Kediri Demo Tolak Rapid Test