LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sejarah panjang di balik pertikaian di Mimika

Dua kelompok warga yaitu kelompok atas dan kelompok bawah bertikai karena tewasnya anggota mereka.

2012-06-21 01:03:00
bentrokan Papua
Advertisement

Entah itu upacara patah panah atau bakar batu, rasanya tak pernah bisa menghalau dendam di antara kelompok atas dan kelompok bawah, di Kwamki Lama, Mimika. Tercatat sepanjang bulan Mei ini, situasi di daerah itu cukup menegangkan. Penyebabnya tak lain karena kedua kelompok masyarakat itu terus bertikai

Polisi mencoba merangkum dan menarik awal mula pertikaian ini terjadi. Isu kematian Roni Omongal di tanggal 20 Mei yang berasal dari kelompok atas yang diduga dilakukan oleh kelompok bawah. Bisa jadi itulah yang menjadi pemicu bertarungnya dua kelompok ini.

"Sepeda motor yang dikendarai Roni Omongal dan Mike Kumangal dalam kondisi mabuk dalam kecepatan tinggi , kehilangan keseimbangan menabrak motor di pinggir jalan akibat kejadian ini Roni Omongal meninggal muncul isu yang berkembang di masyarakat bahwa meninggal Roni karena ada unsur kesengajaan, dikatakan juga dibunuh kelompok bawah terjadilah serang menyerang" terang Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di kantornya, Jakarta, Rabu (20/6).

Dari bentrokan yang melukai 13 orang tersebut, diadakan upacara adat bakar batu untuk menyelesaikannya. Namun di tanggal 5, 6 dan 11 Juni mereka berperang lagi dengan menggunakan anak panah.

Pemicu yang serupa kembali terjadi di tanggal 16 Juni, Arolise Komangal dari kelompok bawah yang tewas akibat kecelakaan diisukan dibunuh oleh kelompok atas. Mereka pun terlibat saling serang menyerang lagi.

"Ini adalah korban lalin bukan terkait kecelakaan dahulu, ini bahkan diisukan lagi bahwa korban ini dibunuh kelompok atas isu berkembang terus timbul pertikaian tanggal 18 Juni" tambah Saud.

Keesokan harinya, Pemda bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat memfasilitasi kedua kelompok tersebut agar pertikaian tak terus berlanjut. Akhirnya situasi sementara aman terkendali.

"Tanggal 19 Juni, proses pembakaran jenazah korban perang dalam rangka menghilangkan dendam difasilitasi Pemda tokoh adat, tokoh masyarakat. Sementara aman. Tim mendalami kasus ini mencari penyebabnya sehingga cepat dituntaskan kelompok atas dan bawah" tutup Saud.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.