Sejak semalam, korban gempa di Banten mengaku belum dapat bantuan makanan
Gempa susulan yang terus terjadi meski dengan intensitas kecil membuat warga yang tinggal dekat dengan pusat gempa tak berani pulang ke rumah. Mereka sejak tadi malam memilih tinggal di tenda darurat yang disediakan Polda Banten di Kampung Pasir Kanyere, Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.
Gempa susulan yang terus terjadi meski dengan intensitas kecil membuat warga yang tinggal dekat dengan pusat gempa tak berani pulang ke rumah. Mereka sejak tadi malam memilih tinggal di tenda darurat yang disediakan Polda Banten di Kampung Pasir Kanyere, Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.
Para korban yang mengungsi ditenda tersebut mengaku kekurangan makanan, karena bantuan berupa makanan dari pemerintah setempat tak kunjung datang.
"Dari semalam sampai sekarang belum ada bantuan makanan. Kita baru nemu makanan tadi pagi itu juga dari warga aja bareng-bareng," keluh Naya salah satu korban gempa, di lokasi pengungsian, Rabu (24/01).
Naya berharap, bantuan logistik dari pemerintah daerah diprioritaskan dikirim ke tenda-tenda darurat tempat warga mengungsi.
"Segera dikirim saja bantuannya. Karena di sini pengungsi tinggal hanya membawa barang seadanya," ungkapnya.
Para korban gempa pun saat ini lebih memilih tinggal di tenda darurat pasalnya takut adanya gempa susulan. "Ya gimana lagi, takut ada gempa susulan lebih mengamankan nyawa," ujarnya.
Baca juga:
Rumah rusak parah usai gempa, warga Banten ungsikan barang berharga
Gempa Banten, puluhan rumah di Jabar rusak & sejumlah warga luka
Pascagempa 6,1 SR, Pemkab Lebak tetapkan status tanggap darurat bencana
Masdurin terdiam ratapi tembok rumah ambruk usai gempa Banten
Mensos Idrus Marham bertolak ke lokasi terdampak gempa di Banten