LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sehari tempe hilang di pasaran, warga Jaksel kangen

Pedagang yang memilih tetap berjualan, lapak dagangnya malah dihancurkan karena dianggap tak kompak mogok.

2012-07-25 12:10:03
Krisis kedelai
Advertisement

Harga kedelai yang melonjak tinggi membuat pedagang tempe dan tahu di wilayah pasar Jakarta Selatan terpaksa tidak mengelar dagangannya. Hari ini pun, tahu tempe lenyap dari pasaran.

Mereka sudah mulai tak jualan sejak dua hari lalu. Alhasil warga pun kesulitan mencari tahu dan tempe.

Saat merdeka.com menyambangi lapak dagang Pasar Minggu Jakarta Selatan, tak terlihat seorang pun pedagang tahu dan tempe. Pasar sentral itu hanya ramai pedagang sayur.

Komariah, salah seorang pedagang ikan asin di pasar itu membenarkan hilangnya pedagang tempe dan tahu. Dia mengatakan, pemandangan itu sudah terjadi sejak kemarin, jika pun ada hanya satu atau dua pedagang saja yang menggelar dagangannya.

"Emang nggak ada tukang tempe hari ini, katanya nggak boleh jualan soalnya kebanyakan tukang tempe tidak tempe karena kacang kedelainya mahal. Sedangkan kemarin 1-3 orang yang jualan di pasar ini," terang Komariah saat ditemui di Pasar Minggu, Rabu (25/7).

Hal senada juga dikatakan Tukijan, pedagang sayur keliling yang kerap berjualan di perumahan Kejaksaan Agung, Pasar Minggu. Dia mengatakan, sejak pagi tadi para pelanggannya menanyakan kedua panganan murah meriah itu. Tapi, karena di pasar tempat dirinya belanja juga tidak ada yang jual, maka itu dia juga tidak menjual.

"Karena di pasar juga tidak ada tahu dan tempe yang dijual. Tadi banyak pelanggan saya yang nanyain, tempe susah dari kemarin sampai hari Jumat," kata Tukijan.

Sementara itu, Rosdiana, salah seorang pengunjung pasar juga membenarkan betapa sulitnya mencari tahu tempe hari ini. Bahkan dia juga bercerita, seorang pedagang tahu dihancurkan lapak dagangannya karena para pedagang sudah kompak untuk tidak menjual tahu dan tempe.

"Susah nyari tempe sama tahu, bahkan nggak ada sama sekali, tadi aja pedagang tahu dihancurkan dagangannya karena sudah dilarang jualan tapi tetap dagang," terang Rosdiana saat ditemui usai pulang dari Pasar Kebayoran Lama.(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.