LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sederet alasan kubu Ahok dituding bagi-bagi sembako dan sapi

Aria Bima, koordinator Timses Basuki-Djarot. Dia menilai kemunculan isu ini seperti maling teriak maling. "Ini seperti maling teriak maling. Kampanye yang kami kedepankan adalah soal kompetensi dari calon yang kami dukung. Pasar murah yang dilakukan relawan adalah reaksi-reaksi warga sekitar dari pasar murah," ujarnya

2017-04-19 06:31:00
Pilgub DKI
Advertisement

Kabar tak sedap dialami pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Pasangan yang diusung PDIP, Partai Hanura, Golkar dan NasDem ini diduga melakukan praktik politik uang berupa bagi-bagi sembako dan sapi.

Adanya praktik bagi-bagi sembako dibeberkan oleh Tim Pemenangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan- Sandiaga Uno (Anies-Sandi). Bahkan, Tim Anies-Sandi menyebutkan sembako ditimbun di rumah Ketua Fraksi PDIP dan di Kantor PPP Jakarta Selatan.

"Ternyata masuk masa tenang ada indikasi kuat tentang dugaan pelanggaran pilkada, pertama soal sembako dan kedua masalah suket (surat keterangan)," kata Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, Syarief di Posko Pemenangan Anies-Sandi Jalan Cicurug No 6, Jakarta Pusat, Senin (17/4).


Paket sembako murah ©2017 Merdeka.com

Advertisement


Syarief menuding sembako itu dibagikan kubu Ahok-Djarot di setiap kantong-kantong suara kemenangan Anies-Sandi saat putaran pertama. Syarief secara tegas menyebut pelakunya relawan pasangan calon nomor urut dua, Ahok-Djarot.

"Namanya Utut Adianto ketua fraksi PDIP," ucap Syarief.

Tak hanya itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepulauan Seribu mengamankan sebanyak 23 ekor sapi. Puluhan sapi tersebut berasal dari PDIP. Ketua Panwaslu Kepulauan Seribu, Syaripudin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, sapi-sapi itu akan disembelih buat acara syukuran Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Iya benar, kita amankan 23 sapi, sapinya dari PDIP," kata Syaripudin saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (18/4).

Ia menjelaskan, 23 sapi tersebut tersebar di semua pulau di Kepulauan Seribu. Baik itu di Pulau Tidung, Pulau Pramuka dan pulau lainnya. "Sapi-sapi itu tersebar di semua pulau, sapinya berasal dari Jakarta," tegasnya.

Tak hanya 23 sapi, Panwaslu Kepulauan Seribu juga mengamankan ratusan paket sembako yang siap dibagikan ke warga. Paket sembako ini berasal dari relawan Ahok-Djarot.


Pengiriman sapi ke Kepulauan Seribu ©2017 Merdeka.com

Advertisement


Sederet alasan kubu Ahok-Djarot dilontarkan untuk menampik kabar tak sedap tersebut. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, isu bagi-bagi sembako tersebut tidak akan mempengaruhi elektabilitas Ahok-Djarot di Pilgub DKI Jakarta putaran dua.

"Rakyat sudah sangat dewasa kalau kita lihat sejak jaman orde baru juga sempat muncul semacam serangan fajar," kata Hasto di Media Center Badja, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/4).

Hasto percaya dengan nurani para pemilih. Menurutnya jika suatu pemerintahan didapatkan dengan cara yang tidak baik, maka pemerintahannya juga tidak akan baik.

Saat kembali dikonfirmasi kembali terkait pembelian pembagian sembako oleh timses Badja, Hasto kembali menyangkal hal tersebut. Dia berdalih bahwa sebenarnya pasangan calon nomor urut tigalah yang melakukan kegiatan bagi-bagi sembako.

Hasto menegaskan sembako yang ditemukan di rumah salah satu anggota Komisi X DPR tersebut hanya transit untuk kemudian didistribusikan ke dapur umum PDIP pada saat pencoblosan besok.

"Itu bukan sembako untuk rakyat, itu sembako buat internal kita, buat dapur umum. Kita itu memiliki 39 posko pemenangan Ahok-Djarot, sembako tersebut untuk keperluan dapur umum posko yang kita miliki kan mereka yang ada di posko juga perlu makan saat memantau pilkada besok," tegas Hasto.

Ia balik menuding kubu lawan yang membagikan sembako kepada warga. Harusnya, kata dia, Bawaslu menyikapi hal itu secara kooperatif. "Tolong diperiksa lagi apakah buktinya sudah kuat. Malah kita punya bukti rekaman dan foto terhadap kubu lawan yang dengan jelas membagikan sembako," pungkasnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Aria Bima, koordinator Timses Basuki-Djarot. Dia menganggap kemunculan isu ini seperti maling teriak maling.

"Ini seperti maling teriak maling. Kampanye yang kami kedepankan adalah soal kompetensi dari calon yang kami dukung. Pasar murah yang dilakukan oleh relawan adalah reaksi-reaksi warga sekitar dari pasar murah dari paslon sebelah," ucapnya.

Tak hanya itu, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parreira menegaskan bahwa sembako di rumah dinas Ketua Fraksi PDIP Utut Ardianto bukan untuk dibagikan ke warga. Sembako itu disiapkan untuk makanan para saksi dari pihak pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat.

"Saksi ini dikasih makanan dan dikirim makanan, (Sembako) dimasak di beberapa tempat untuk nasi bungkus. Dan mereka enggak cari makan di luar saat jadi saksi di tiap TPS," kata Andreas di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/4).

Selain itu, Andreas menjelaskan bahwa partainya memiliki program sembako murah. Namun, sembako murah bukan dibagikan ke warga namun dijual dengan harga murah. Sehingga warga bisa membelinya dengan harga terjangkau.

Soal puluhan sapi di Kepulauan Seribu, politikus PDI Perjuangan Charles Honoris mengaku telah memeriksa seluruh jajaran partai mengenai informasi tersebut. Pihaknya membantah lakukan pengiriman sapi sebanyak 23 ekor bagi warga di Kepulauan Seribu.

"Tidak ada pengiriman sapi oleh PDIP. Nah, kalau ada sapi, saya juga tidak tahu, yang pasti bukan dari PDIP maupun Tim Basuki ( Ahok)- Djarot," kata Charles kepada merdeka.com, Selasa (18/4).


Pengiriman sapi ke Kepulauan Seribu ©2017 Merdeka.com


Bendahara Timses Ahok-Djarot ini, mengaku heran ada kabar tersebut. Dia meminta Panwas segera memberikan klarifikasi. Sebab, dia mengklaim tidak ada kader partai melakukan maupun memerintahkan buat pengiriman sapi ke Kepulauan Seribu.

"Minta Panwasnya klarifikasi saja, tadi saya sudah cek struktur DPD maupun DPC (PDI Perjuangan) tidak ada pengiriman sapi," terangnya.

Baca juga:
JK harap Pilgub DKI besok berjalan damai, jangan ada konflik
Besok, Wapres JK nyoblos Pilgub DKI Jakarta di TPS 03 Dharmawangsa
Kapolri jamin kunjungan Wapres AS tak ganggu pengamanan Pilgub DKI
Sekjen PDIP yakin Ahok-Djarot menang 52,4 persen
Jelang pencoblosan, Anies Baswedan akan kunjungi beberapa TPS
PDIP sebut sembako di rumah Ketua Fraksi untuk saksi di TPS
Kubu Ahok soal pembagian sembako: Ini seperti maling teriak maling

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.