LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sedang evakuasi warga korban banjir, petugas temukan mayat mengambang

Lukman Sani (55), warga kompleks IDI lorong 1, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar ditemukan terapung di lokasi banjir. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengawas proyek pengerjaan jalan di kompleks itu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (22/12) pukul 11.00 WITA.

2017-12-22 17:32:57
Penemuan mayat
Advertisement

Lukman Sani (55), warga kompleks IDI lorong 1, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar ditemukan terapung di lokasi banjir. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengawas proyek pengerjaan jalan di kompleks itu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (22/12) pukul 11.00 WITA.

Humas Basarnas Makassar Hamsidar menjelaskan, di lokasi kompleks IDI itu awalnya tim melakukan evakuasi lima Kepala Keluarga (KK) korban banjir. Saat sedang bertugas, tim mendapat laporan warga ada temuan mayat.

"Tim kemudian dipecah, satunya bergeser ke titik lokasi temuan mayat itu, dan satunya lagi masih melanjutkan proses evakuasi ke rumah duka. Mayat ditemukan di lokasi banjir yang ketinggiannya 1,5 meter. Di belakang kompleks itu memang ada sungai dan itu yang meluap. Rumah-rumah yang lebih dekat jaraknya dengan sungai, banjirnya lebih tinggi lagi yakni kurang lebih 2 meter," kata Hamsidar.

Advertisement

Dengan demikian, total tiga korban banjir meninggal dunia. Ketiganya adalah Fadli (7) warga Kecamatan Tamalate, Nur Janna (42) warga Kecamatan Tamalanrea dan terakhir Lukman Sani (55).

Selain di kompleks IDI, warga di kompleks BTN Village Country Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros juga dievakuasi.

Ketinggian air di lokasi banjir BTN Village Country Moncongloe mencapai 30 sentimeter hingga 100 sentimeter. Total warga yang dievakuasi sebanyak 60 KK terdiri dari enam lansia, 18 balita, enam ibu hamil dan empat orang sakit.

Advertisement

"Sementara ini kita belum buka Posko di sekitar lokasi-lokasi banjir. Posko hanya ada di kantor Basarnas Makassar kemudian tim siaga 24 jam. Warga-warga yang dievakuasi itu sementara dievakuasi ke masjid-masjid dan rumah-rumah warga sekitar lokasi yang tidak terkena dampak banjir," ujar Hamsidar.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.