LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebulan Usai Erupsi, Status Tangkuban Parahu Masih Waspada

Status Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat sampai saat ini masih Waspada (Level 2). Status belum bisa diturunkan menjadi Normal (Level 1), karena Gunung Tangkuban Parahu masih mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

2019-08-27 12:42:34
Gunung Tangkuban Parahu Erupsi
Advertisement

Status Gunung Tangkuban Parahu Jawa Barat sampai saat ini masih Waspada (Level 2). Status belum bisa diturunkan menjadi Normal (Level 1), karena Gunung Tangkuban Parahu masih mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

"Sampai sekarang kami lihat lagi apakah mau diubah statusnya atau dicabut, karena sekarang kan statusnya Waspada, apakah (akan) normal atau bagaimana, kalau dari laporan ternyata aktivitasnya kurang lebih sama," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat meninjau Pos Pemantauan Gunung Api Tangkuban Parahu, Selasa (27/8). Dikutip dari Antara.

Sebulan setelah erupsi yang terjadi 26 Juli, ia menjelaskan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih mengimbau warga tidak mendekati daerah dalam radius 1,5 kilometer dari kawah karena gas berbahaya masih berpotensi keluar dari kawah.

Advertisement

"Dikhawatirkan keluarnya gas bersamaan dengan erupsi-erupsi kecil itu. Gasnya itu H2S (hidrogen sulfida) dan SO2 (belerang dioksida), ini kan gas yang tidak ramah terhadap makhluk hidup," kata dia.

Gunung Tangkuban Parahu sampai sekarang masih ditutup untuk pengunjung. Pembukaan kawasan wisata itu akan dilakukan kalau aktivitas vulkanik Tangkuban Parahu normal kembali.

"Tergantung aktivitasnya," kata Jonan.

Advertisement

Direktur Pengelola Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu Putra Kaban mengatakan, penutupan kawasan Tangkuban Parahu membuat sekitar 5.000 pedagang tidak bisa berjualan di daerah wisata itu.

"Tentu sudah ada kerugian, tapi ini risiko, karena ini alam," katanya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.