LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebelum tewas, bayi 9 bulan terlihat sering diperlakukan kasar ayah

Sebelum tewas, bayi 9 bulan terlihat sering diperlakukan kasar ayah. Teman-teman kerja Doni sendiri, tidak banyak ikut campur dengan kehidupan mereka. Tidak jarang, fisik bayi itu terlihat lebam di banyak bagian anggota tubuh.

2018-02-03 21:27:00
Kekerasan pada anak
Advertisement

Doni (23), salah satu dari dua tersangka pembunuh sadis bayi 9 bulan di Samarinda, Kalimantan Timur, dikenal baik di hadapan rekan kerjanya. Kendati demikian, rekan kerja Doni, memang sering mendengar tangisan korban semasa hidupnya.

Merdeka.com, menelusuri tempat tinggal Doni dan istri sirinya, Gayatri (25), di kawasan Jalan Yos Sudarso RT 01, Kelurahan Pelabuhan, sekitar pukul 13.30 Wita siang tadi. Kesehariannya, Doni bekerja sebagai pengisi dan pengantar air galon isi ulang.

Rumah yang ditempatinya, terbilang cukup sempit. Lebih tepatnya, Doni dan istrinya, menempati mes pekerja air galon isi ulang, yang hanya berukuran sekitar 5 meter x 4 meter, yang juga memiliki dapur dan kamar mandi. Di dalam kamar mes, juga terlihat perabot rumah tangga Gayatri.

Advertisement

Sementara depan mes, dikelilingi bangunan bertingkat juga permukiman warga lainnya. Doni dan istrinya, baru-baru saja menempati kamar mes itu. Sebelumnya, keduanya mengontrak rumah di kawasan Kelurahan Selili.

"Dia (Doni) ini baru-baru saja, sekitar 2-3 bulan tinggal di mes ini. Awal tinggal di sini, kami dibuat kaget dengan mata kiri anaknya yang membiru karena lebam. Tetapi dia bilang itu karena jatuh dari motor," kata Erwan (26), rekan kerja Doni, saat ditemui merdeka.com, Sabtu (3/2).

Kesehariannya, Gayatri dan bayinya, lebih sering tinggal di dalam kamar mes. Sementara, 3 anak kandung Gayatri hasil pernikahannya dengan pria sebelum Doni, tinggal bersama neneknya di Jalan Otto Iskandardinata.

Advertisement

Teman-teman kerja Doni sendiri, tidak banyak ikut campur dengan kehidupan mereka. Tidak jarang, fisik bayi itu terlihat lebam di banyak bagian anggota tubuh.

"Kami berpikir kalau banyak tanya, tidak enak karena itu urusan rumah tangga dia (Doni)," ujar Erwan.

"Yang jelas, anak bayi itu kalau lagi digendong dengan Doni, pasti nangis terus. Seperti ketakutan. Tetapi kalau lagi main sama kita, ketawa-ketawa saja," ungkap Erwan.

Saat bercanda pun, lanjut Erwan, candaannya Doni bersama bayinya, kerap kelewatan dan membahayakan sang bayi. "Anak itu sering diangkat-angkat, seperti diterbang-terbangkan bolak balik ke atas. Puncaknya ya hari Kamis (1/2) sore itu, dia balik anaknya kaki di atas, kepala di bawah. Kasar," jelas Erwan.

"Kita lihat itu ada bekas biru-biru, juga ada bekas luka di kakinya bayi itu, ada juga seperti luka bekas gigit. Ya itu dia itu cuma bilang itu karena alergi. Kita kan tidak bisa tanya jauh, karena khawatir dibilang kita ganggu rumah tangga orang," jelas Erwan.

Namun demikian, takdir berkata lain. Bayi laki-laki itu akhirnya meregang nyawa, dengan luka di badan dan punggung, bagian kepala, dan juga luka kroak di lengannya. Dua terduga pelaku, Doni dan Gayatri, kini meringkuk di sel tahanan. "Kami tidak menyangka dia itu tega dengan anaknya," tutur Erwan.

Baca juga:
Bayi 9 bulan di Samarinda tewas penuh luka diduga disiksa orangtuanya
Orangtua penyiksa bayi di Samarinda gigit lengan anaknya karena gemas
Detik-detik bayi 9 bulan meninggal dunia usai dianiaya orangtua
Doni berkeras tak aniaya anak yang masih 9 bulan sampai tewas
Bocah tewas disiksa ayah tiri & ibu kandung di Samarinda dilakukan selama tiga hari

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.