LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebelum pilih menteri, Soeharto tanya siapa teman tidurnya

Soeharto pernah mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal menteri-menteri SBY yang dinilai tidak nyambung.

2014-01-27 12:21:21
Soeharto
Advertisement

Mantan Presiden Soeharto sudah meninggal enam tahun lalu, namun cerita tentang penguasa Indonesia selama 32 tahun itu masih menarik untuk disimak. Soeharto pernah mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal menteri-menteri SBY yang dinilai tidak nyambung.

Lalu bagaimana cara Soeharto memilih menteri-menterinya?

Wartawan senior harian Suara Karya, B Wiwoho, mengungkapkan cara Soeharto dalam menyeleksi calon menterinya dalam buku 34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto terbitan UMB Press tahun 2013.

Menurut Wiwoho, Soeharto memiliki dua ujung tombak untuk menyaring calon menteri yakni, Pimpinan Operasi Khusus (OPSUS) Ali Murtopo dan Kepala Badan Koordinasi Intelejen Negara (BAKIN), Yoga Sugama. Jika suatu saat Soeharto membutuhkan menteri dari daftar itu, OPSUS dan BAKIN ditugaskan untuk mengecek dengan cepat dan sangat rahasia dalam hitungan hari, tanpa hiruk pikuk, informasi tentang seseorang yang akan direkrut menjadi menteri.

"Misalkan tentang siapa teman tidur-sekasurnya (suami/istri), siapa sedulur-seumur (saudara dekat), siapa teman bergaulnya, apa saja hobbynya, bagaimana riwayat perjuangannya terutama rasa setia kawan-loyalitas kepada pimpinan dan senior, bagaimana sikap hidup dan kepribadiannya terutama kejujuran dan kapasitas pribadinya. Bagaimana pandangan hidup dan rekam jejaknya terhadap harta, tahta dan wanita/pria," kata Wiwoho (hal 75).

Wiwoho bercerita, menurut Ali Murtopo, Pak harto memiliki feeling dan mata batin yang kuat terhadap seseorang. Berdasarkan laporan intelijen dan feeling tersebut, semuanya diproses secara tertutup, dan Pak Harto mengambil kata akhir serta memutuskan sendiri pilihannya.

"Beliau ( Soeharto ) ingin betul-betul mengenal secara mendalam dan yakin mengenai orang-orang yang akan berada di dekatnya untuk membantu mengelola negara," jelas Wiwoho.

Baca juga:
6 Tahun wafatnya Soeharto, cuma Titiek yang ziarah
Soeharto: SBY pintar, sayang menterinya nggak nyambung
Kisah Soeharto dielu-elukan Muslim sedunia saat naik haji
5 Orang ini sebut GBHN zaman Soeharto layak dihidupkan
Detik-detik meninggalnya Pak Harto 6 tahun lalu

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.