LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebelum Meninggal, Korban Gigitan Rabies Mengalami Gejala Takut Air dan Cahaya

Korban kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Hingga Kamis (14/6), jumlah korban gigitan anjing bertambah menjadi 322 orang, dengan korban meninggal dunia berjumlah tiga orang.

2023-06-15 21:06:18
Regional
Advertisement

Korban kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Hingga Kamis (14/6), jumlah korban gigitan anjing bertambah menjadi 322 orang, dengan korban meninggal dunia berjumlah tiga orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Ria Tahun mengatakan, korban gigitan anjing hingga meninggal dunia kini berjumlah tiga orang. Masing-masing berinisial AB (45) asal Desa Fenun, AGK (5) asal Kualin dan DM (3,4) asal Kokoi.

"Gejala yang dirasakan para korban yakni demam, takut air, takut terhadap cahaya, serta takut pergerakan angin," kata Ria, Kamis (15/6).

Advertisement

Menurut Ria Tahun, hingga Rabu (14/6) kemarin jumlah korban gigitan anjing di Kabupaten TTS bertambah menjadi 377 orang, dengan lokasi penyebaran di 25 kecamatan dan 106 desa.

"Korban balita 56 orang, anak usia sekolah 104 orang, usia produktif berjumlah 137 orang. Sedangkan lansia berjumlah 40 orang," ungkapnya.

Advertisement

Dia menambahkan, korban yang digigit pada bagian leher, wajah dan kepala berjumlah 21 orang, pada bahu ke bawah sampai lutut dan juga tangan sebanyak 149. Sedangkan korban gigitan pada bagian tubuh betis ke bawah sampai jari-jari kaki berjumlah 184 orang.

"Gejala khas rabies terdapat pada tiga orang korban. Gejala tidak khas sebanyak 54 orang, sedangkan tidak atau belum menunjukkan gejala berjumlah 280 orang," ungkap Ria Tahun.

Polisi dan TNI Eliminasi Anjing Bergejala Rabies

Menindaklanjuti instruksi Bupati Kabupaten TTS, aparat Kepolisian bersama TNI menyusuri kebun, serta pekarangan rumah warga Desa Netnutnana, Kecamatan Amanatun Selatan, untuk mencari anjing bergejala rabies.

Dalam pencarian tersebut, jika ditemukan anjing bergejala rabies oleh petugas, maka akan dieliminasi menggunakan senapan angin. Hal ini dilakukan agar korban gigitan tidak meluas.

"Kabupaten TTS memang sementara ini ditetapkan KLB rabies, sehingga atas kebijakan bupati dan mencegah korban gigitan makin meluas, maka petugas mengambil langkah eliminasi," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.