Sebelum meninggal Adnan Buyung tulis wasiat di kertas, begini isinya
Sulit berkomunikasi, Adnan Buyung menuliskan wasiat di secarik kertas kepada anaknya.
Pengacara kawakan, Adnan Buyung Nasution meninggal di RS Pondok Indah, Jakarta Pukul 10.15 tadi. Adnan meninggal akibat sakit fungsi ginjal yang menurun.
Sebelum meninggal, Putra Ketiga Adnan Buyung Nasution, Rasyid Alam Perkasa Nasution mengatakan, ayahnya sempat menuliskan beberapa pesan kepada keluarga dan anak-anaknya.
Rasyid mengatakan, pesan tersebut ditulis di secarik kertas karena ayahnya sulit berkomunikasi lantaran menggunakan alat bantu pernapasan.
"Lanjutkan perjuangan ayah terutama membela masyarakat miskin. Lanjutkan perjuangan di LBH untuk rakyat miskin yang tertindas, perjuangkan masalah HAM dan demokrasi," kata Rasyid di Rumah Duka Jalan Poncol Lestari No.7 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, (23/9).
Selain pesan untuk terus berjuang dalam masalah HAM, ia menuturkan, ayahnya sempat membaca zikir dan membacakan dua kalimat syahadat.
"Karena susah berkomunikasi, ayah juga menulis zikir dan dua kalimat syahadat di kertas," tandasnya.
Pendiri Lembaga Bantuan Hukum ini meninggalkan seorang Istri, 3 orang anak, 11 orang cucu dan 5 orang Cicit di usia yang ke 81 tahun.
Baca juga:
Suasana duka di kediaman Adnan Buyung Nasution
Ganjar mengenang Adnan Buyung: Handal dan idealisme
Surya Paloh dan Kak Seto punya kesan khusus terhadap Adnan Buyung
Ruki pada Adnan Buyung: Saya belajar cara taktik & teknik bela klien
Kak Seto sampai Todung Mulya Lubis melayat ke rumah Adnan Buyung