LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebelum gudang kembang api meledak, Epih sempat berniat berhenti kerja

Kedua orang tua Epih baru mengetahui pekerjaan anaknya setelah peristiwa nahas itu terjadi. Epih memilih bekerja mengepak dan membungkus kembang api demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Epih merupakan remaja yang putus sekolah saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

2017-10-30 20:49:00
Pabrik petasan Kosambi terbakar
Advertisement

Peti mati bertuliskan nama Epih berada di antara korban-korban ledakan gudang kembang api yang sudah berhasil diidentifikasi tim DVI RS Polri. Remaja berusia 15 tahun itu meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran gudang kembang kembang api di Kosambi, Kamis (26/10).

Dia baru dua minggu bekerja di sana. Tugasnya mengepak kembang api di PT Panca Buana Cahaya. Epih merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Dia memiliki adik laki-laki bernama Ayub yang berusia 10 tahun.

Orang tua Epih tidak mengetahui kalau anaknya bekerja di gudang kembang api tersebut. Menurut paman korban, Suwandi, kedua orang tua Epih baru mengetahui pekerjaan anaknya setelah peristiwa nahas itu terjadi.

Advertisement

"Sebenernya orang tuanya enggak tahu dia kerja di situ," ujar Suwandi di RS Polri, Kramat Jati, senin (30/10).

Epih memilih bekerja mengepak dan membungkus kembang api demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Epih merupakan remaja yang putus sekolah saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Epih bekerja di pabrik kembang api bersama dengan temannya Surnah (14) yang juga merupakan salah satu korban ledakan.

"Dia itu putus sekolah, nganggur. Temennya itu korban juga lagi sama. Yang namanya Surnah," ucap paman Epih.

Advertisement

Ayah Epih merupakan karyawan yang bekerja di pergudangan Jati Mulya. Sementara ibunya bekerja di pergudangan daerah kosambi.

Paman korban ingat betul, sebelum meninggal, Epih pernah mengutarakan niatnya berhenti bekerja dari gudang kembang api itu. Alasannya, upah yang didapat jauh dari kata layak. Epih dibayar Rp 40.000 perhari dan bekerja mulai pukul 07.00 Wib hingga 17.00 Wib.

"Ya niatnya mau berenti mau keluar. Mungkin enggak betah apa gimana. Kalau tidak salah upahnya Rp 40.000 sehari. Dibayarnya perminggu," tuturnya.

Rencananya hari ini jenazah Epih akan dimakamkan di tempat pemakaman milik keluarga (wakaf keluarga) yang berada tak jauh dari kediamannya dan masih di daerah Kosambi, Tangerang.

"Dimakamkan di TPU keluarga (tanah wakaf) di daerah kosambi," katanya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.