Sebelum gerebek Diskotek MG, petugas BNN menyamar berbulan-bulan
Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta, Brigjen Pol Johny Latupeirissa membantah pihaknya lambat menggerebek Diskotek MG International Club, di Jalan Tubagus, Angke Jakarta Barat. Sebab, berdasarkan keterangan warga, pabrik itu sudah tahunan memproduksi sabu dan ekstasi.
Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta, Brigjen Pol Johny Latupeirissa membantah pihaknya lambat menggerebek Diskotek MG International Club, di Jalan Tubagus, Angke Jakarta Barat. Sebab, berdasarkan keterangan warga, pabrik itu sudah tahunan memproduksi sabu dan ekstasi.
"Ya karena mereka sangat tertutup," ujarnya saat dihubungi, Senin (18/12).
Selain kurang bukti, Johny juga mengamini keterangan lurah setempat yang sulit mengendus aktivitas peredaran narkoba di diskotek itu.
"Wong lurah aja mau ngecek ke situ enggak bisa. Oleh karena itu, dengan teknik kita, kita bisa masuk dan terbongkarlah," katanya.
Sebelumnya, Ketua RT 08 RW 04, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol, Petamburan Sukarno menuturkan, sebelum dilakukan penggerebekan, petugas BNN sudah lama menyelidiki praktik pembuatan narkoba di dalam diskotek itu. Berbulan-bulan petugas BNN mengawasi dari dekat. Itu diketahui Sukarno setelah salah seorang petugas BNN menceritakannya.
"Jadi sebelum digerebek, anggota BNN nyamar jadi pegawai selama tiga bulan, itu untuk cari tahu pasokan (narkoba) dari mana. Ternyata enggak ada pasokan dari luar (diskotek). Baru tahu ada di lantai empat itu, barulah kemarin digerebek," jelasnya.(mdk/bal)