LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sebelum berangkat diksar, mahasiswa Amikom yang meninggal minta foto bareng ibu

Keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Dwi. Keluarga tak menemukan ada bekas luka di tubuh Dwi. "Kami (keluarga) sudah ikhlas. Mungkin memang takdirnya sudah seperti ini," kata Sabilan, ayah Dwi.

2018-02-02 15:10:23
Pendaki Gunung
Advertisement

Mahasiswa Amikom Yogyakarta, Dwi Aprilianda (18), meninggal dunia saat mengikuti kegiatan mahasiswa pecinta alam (mapala). Kegiatan mapala ini diselenggarakan di Jembatan Babarsari, Depok, Sleman, Rabu (31/1) yang lalu.

Sebelum meninggal, Dwi sempat memiliki keinginan berfoto hanya berdua saja dengan ibundanya. Foto bersama ini dilakukan beberapa saat sebelum Dwi berangkat mengikuti kegiatan mapala.

Ayah Dwi, Sabilan Riyanto (61), kemudian mengantar anaknya itu dengan mengendarai sepeda motor. Sabilan memboncengkan putra keduanya tersebut.

Advertisement

"Saat sudah mau keluar rumah, tiba-tiba anak saya minta turun. Dia pengen foto sama mamanya. Akhirnya turun dan foto dua kali dengan mamanya. Saat foto, anak saya masih pakai tas besar dan tidak dilepas," ungkap Sabilan.

Sabilan tak menyangka ajak berfoto tersebut adalah permintaan terakhir anaknya. Beberapa jam setelah foto tersebut diambil, Dwi kini sudah meninggal.

"Sore itu saya diberitahu istri saya untuk datang ke RS Hermina. Anak saya masuk rumah sakit, katanya angin duduk. Usai menjemput si kecil (adik Dwi) saya ke RS Hermina. Saya melihat (Dwi) sudah meninggal. Saya enggak menyangka permintaan foto bersama mamanya akan jadi permintaan terakhir anak saya," tutur Sabilan menahan tangis.

Advertisement

Sabilan mengaku tak menyangka Dwi meninggal dunia secepat itu. Dwi, kata Sabilan, tak memiliki riwayat sakit apapun kecuali masuk angin dan flu.

"Anak saya kuat fisiknya. Sejak dulu sering naik gunung sama teman-temannya. Saya sempat bilang kalau kegiatan (mapala) itu berat tapi karena fisik anak saya bagus dan sejak dulu suka makanya saya izinkan," urai Sabilan.

Keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Dwi. Keluarga tak menemukan ada bekas luka di tubuh Dwi.

"Kami (keluarga) sudah ikhlas. Mungkin memang takdirnya sudah seperti ini," tutup Sabilan.


Baca juga:
Diduga kelelahan, Mapala Amikom tewas saat rapling
Mahasiswa Amikom yang tewas usai Diksar Mapala bercita-cita jadi tentara
Ngaku dapat bisikan, 6 orang malah tersesat saat mendaki Gunung Agung
Tanpa kantongi pasport, dua WN Australia nekat daki Gunung Agung
Dua hari tersesat, seorang pendaki Gunung Merapi akhirnya ditemukan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.