LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

SBY: TNI ikut membawa semangat perubahan

Presiden SBY juga berpesan kepada purnawirawan TNI yang terjun ke dunia politik tidak menghalalkan segala cara.

2012-10-03 03:28:24
Presiden SBY
Advertisement

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah terlibat dalam perubahan bangsa sejak Indonesia meraih kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 lalu. Sejak berdiri, dinas kemiliteran ini telah mengikuti banyak perubahan, mulai dari kepemimpinan bangsa hingga proses demokrasi yang terus berlangsung hingga kini.

Dalam menjalani tranformasinya, perubahan yang terjadi di Indonesia tidak pernah lepas dari keikutsertaan TNI dalam dunia politik. Atas alasan itu pula, TNI memiliki kemampuan untuk menghadapi segala perubahan dan mengikuti panggilan zaman meski tidak lagi ikut serta dalam politik praktis.

"Kita juga harus berperan dalam reformasi ini, reformasi adalah perubahan. Reformasi bukan revolusi dan ingat, pada Maret 1998 ketika Fraksi ABRI tampil, saya bicara waktu itu, bahwa reformasi harus punya arah yang jelas bukan lamban dan dikelola dengan baik," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/10).

Hal itu dikatakan SBY saat memberikan sambutan di hadapan alumni Akabri angkatan pertama tahun 1970 sekaligus peluncuran buku bertajuk 'Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi'.

Pada kesempatan itu, SBY menyebut, tidak benar kalau TNI tidak memberikan sumbangsih terhadap era reformasi yang masih bergulir hingga saat ini. Menurutnya, TNI ketika itu masih bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Abri) memiliki andil besar dalam pelaksanaan perubahan itu.

"Meski kita beda jalan dengan tokoh reformis seperti Amien Rais, tapi kita melakukannya dengan cara yang tepat dan kita juga terlibat dalam perubahan," ungkap SBY.

Meski demikian, ketika memasuki masa pensiun, para purnawirawan sudah kembali bersatu bersama masyarakat sekaligus kembali memiliki hak sipilnya. Di antaranya adalah hak untuk memilih maupun dipilih. Tak heran jika mantan jenderal ikut serta dalam panggung politik praktis dengan bergabung bersama partai tertentu maupun mendirikannya.

"Harapan saya baik sebagai angkatan tahun 70 dan kapasitas saya sebagai kepala negara dan kakak-kakak dan adik yang masuk dalam politik praktis, saya harapkan menjadi politik yang baik dan menjaga persahabatan dan tidak menghalalkan politik segala cara. Itu dulu terkandung dalam sumpah prajurit," kata SBY.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.