SBY ngaku jadi orang paling sedih bila TNI, Polri & BIN tak netral
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut dirinya berperan dalam melakukan reformasi TNI dan Polri termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) keluar dari praktik politik. Sehingga dia merasa sebagai orang paling sedih bila ditemukan ada para abdi negara tersebut tidak netral dalam Pilkada Serentak.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut dirinya berperan dalam melakukan reformasi TNI dan Polri termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) keluar dari praktik politik. Sehingga dia merasa sebagai orang paling sedih bila ditemukan ada para abdi negara tersebut tidak netral dalam Pilkada Serentak.
"Kalau TNI, Polri dan BIN tidak netral. Kalau sampai tidak netral saya orang paling sedih," kata SBY saat acara Dies Natalis Partai Demokrat di Jakarta, Selasa (7/2).
Sehingga SBY mengharapkan para lembaga keamanan negara tidak terlibat lagi politik. Apalagi kini TNI dan Polri merupakan pertahanan paling dibanggakan rakyat Indonesia.
"Keledai pun tidak akan terjatuh dua kali," tegasnya.
Untuk itu, presiden ke-6 Indonesia ini meminta para kader Demokrat segera melapor bila ditemukan unsur TNI dan Polri terlibat politik dalam Pilkada. Bahkan dia meminta memanggil media agar informasi itu cepat disampaikan.
"Bila ditemukan keterlibatan TNI dan Polri laporkan Bawaslu, kepada pers, asal beritanya benar dan tidak hoax," terangnya.(mdk/ang)