SBY minta menkeu siapkan Rp 25 triliun untuk BPJS
SBY meminta Kementerian Kesehatan segera mempersiapkan BPJS, terutama untuk sektor kesejahteraan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melanjutkan perjalanan safari Ramadan di Kementerian Kesehatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB, Rabu (1/8). Dalam rapat koordinasi ini, presiden membahas sejumlah persoalan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama masyarakat miskin.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Suryadharma Ali, Mendikbud M Nuh, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Keuangan Agus Martowardjojo dan Ketua UKP4 Kuntoro Mangunsubroto.
Dalam rapat tersebut, SBY meminta jajaran Kementerian Kesehatan untuk segera mempersiapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), terutama untuk sektor kesejahteraan. SBY mengingatkan, langkah itu merupakan bagian penting dari program pemerintah di bidang kesehatan.
"Masyarakat kita ini ingin memiliki sense of security, ketenangan, keamanan, kenyamanan dalam hidup terutama masyarakat miskin," ujarnya di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (1/8).
Rencananya, lembaga penyedia jaminan sosial bagi masyarakat ini akan segera diluncurkan pada 1 Januari 2014. Investasi awal diperkirakan akan memakan biaya hinngga Rp 25 triliun, namun SBY meyakini dana sebesar itu akan memberikan banyak perubahan.
"Barangkali investasi awal mencapai Rp 25 triliun, tapi akan memiliki kepastian bahwa kalau sakit akan mendapatkan pelayanan yang baik. Saya minta menkeu menyiapkan dananya," tandasnya.
Sehingga, rencana itu sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengubah falsafah pembangunan kesehatan yang bertujuan untuk menyehatkan masyarakat. "Jadi kalau itu filosofi maka tindakan pencegahan dan berbagai upaya untuk memastikan kesehatan masyarakat terjaga menjadi sangat penting, bukan nunggu sakit baru kita sibuk menyembuhkan," paparnya.(mdk/dan)