SBY minta longsor di Freeport segera diinvestigasi
SBY meminta agar semua perusahaan memperhatikan keselamatan kerja diperhatikan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut berduka cita atas kejadian yang menimpa puluhan pekerja atas longsor yang terjadi di PT Freeport, Mimika. SBY telah meminta agar perusahaan tersebut bekerja sama dengan aparat melakukan penyelamatan terhadap para korban.
"Turut berduka atas kecelakaan pekerja Freeport di Papua. Saya telah meminta PT Freeport & aparat intensifkan penyelamatan. *SBY*," tulis SBY dalam akun twitternya, Kamis (16/5).
Atas kejadian itu, SBY menekankan keselamatan kerja terhadap para buruh di Indonesia. Tak hanya itu, presiden juga meminta agar peristiwa longsornya tanah di Freeport segera diinvestigasi.
"Setiap pekerja di institusi manapun berhak mendapatkan perlindungan kerja. Segera lakukan investigasi kejadian PT Freeport. *SBY*," lanjut SBY.
SBY juga meminta kepada semua perusahaan di seluruh Indonesia untuk memperhatikan keselamatan pekerja.
"Dengan kejadian kecelakaan di Freeport, saya minta semua perusahaan di Indonesia meningkatkan keselamatan pekerjanya. *SBY*."
Sebanyak 41 pekerja tambang PT Freeport, Mimika, Papua tertimbun longsor sejak Senin (13/5) malam. Kepolisian tidak bisa masuk ke lokasi menyerahkan proses evakuasi ke tim dari PT Freeport.
Tim Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia sekitar pukul 06.30 WIT menemukan empat pekerja yang terperangkap, dua di antaranya tewas akibat tertimbun longsor di terowongan bawah tanah Big Gossan.
(mdk/tyo)