SBY: Laporkan ke saya kalau anak Anda mendapat kekerasan
SBY mengaku prihatin terhadap aksi kekerasan yang terjadi di dalam sekolah.
Kekerasan antar siswa yang terjadi di dalam lingkungan sekolah menimbulkan keprihatinan dari sejumlah pihak, termasuk pemerintah. Salah satunya adalah kasus bullying yang dilakukan siswa senior terhadap sejumlah siswa junior SMA Don Bosco.
"Kalau ada putra-putrinya mendapat kekerasan, silakan lapor kepada siapa pun, kalau perlu ke tempat saya. Dengan demikian akan kita perbaiki secara bertahap," kata SBY saat konferensi pers usai Sidang Kabinet Terbatas di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (31/7).
SBY juga berpesan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh untuk mengeluarkan buku paduan tentang pelaksanaan masa orientasi siswa. Sehingga, kegiatan itu tetap berlangsung secara relevan, tidak dibuat-buat, mendidik serta memenuhi tujuan pendidikan.
"Pastikan semua itu bisa sesuai dengan tujuan masa orientasi mengenal sekolah itu baik, fisik maupun nonfisik. Kemudian tentunya sistem yang baik tidak dilepas pada senior semata namun guru juga ikut memastikan agar masa orientasi itu sesuai tujuan dan sasarannya," tandasnya.
Tak hanya sekali, SBY mengaku pernah memberikan teguran keras atas adanya aksi-aksi kekerasan di lingkungan IPDN beberapa tahun lalu. Saat terungkap ke publik, presiden menolak melakukan pelantikan terhadap seluruh lulusan sekolah tersebut jika tidak ada perbaikan-perbaikan.
"Bayangkan, untuk mempersiapkan pejabat pemerintahan metodenya penuh dengan kekerasan. Saya katakan saya tidak akan melantik kembali sebelum tertib sesuai dengan tujuan dari pendidikan itu. Budaya kekerasan harus kita hentikan di lingkungan akademi militer dan kepolisian kita juga menghilangkan tindakan-tindakan kekerasan," ungkapnya.
Selain itu, menyikapi rilis yang dikeluarkan Komnas PA yang mencatat ada 87,6 persen kekerasan terjadi di lingkungan sekolah, presiden meminta agar data tersebut segera diberikan kepada pemerintah untuk mendapatkan tindak lanjut dan penyelesaian.
"Kalau angka 87,6 persen berarti 100 orang siswa kita 87 orang mendapatkan kekerasan sebenarnya saya ingin mendapatkan kejelasan menyangkut laporan atau survei KPAI itu supaya lebih gamblang. Kalau datanya valid dan benar solusinya akan lebih efektif," tandasnya.(mdk/dan)